SETIAKY A.KUSUMA/RADAR JOGJA
SASAR SEKOLAH: Danramil 01/Jetis Kapten Soleh saat berada di tengah siswa SMK Tamansiswa Jogja untuk mensosialisasikan bela negara.
JOGJA – Kenakalan atau kekerasan yang sering terjadi di kalangan pela-jar, mengundang keprihatinan TNI AD. Sebagai salah satu langkah anti-sipasi untuk meminimalisir tindakan kekerasan tersebut di wilayah Kota Jogja, Koramil 01/Jetis berinisiatif memberikan “wejangan” terhadap pelajar tentang bela negara.
Danramil 01/Jetis Kapten Soleh mengatakan, fenomena kekerasan pelajar yang kerap terjadi di lingkungan masyarakat, harus disikapi dengan baik dan tepat sasaran. “Salah satunya memperbanyak porsi bela negara di sekolah-seko-lah. Termasuk mengajak siswa ca-ranya menghargai jasa pahlawan bangsa yang memperjuangkan ke-merdekaan,” ujarnya.
Ditegaskan, pelajar harus berani menghadapi situasi apa pun yang serba modern. Harus punya mental pribadi yang baik. “Jauhi kekerasan, misalnya tawuran,” kata Soleh saat sosialisasi bela negara dan sosiali-sasi penerimaan TNI AD di SMK Tamansiswa Jogja.
Menurut Soleh, sangat penting memupuk kecintaan terhadap jasa pahlawan. Hal itu untuk menumbu-hkan kecintaan pelajar terhadap jasa pejuang, sehingga rasa nasiona-lisme, tumbuh. “Pelajar bisa ber-kembang menjadi pribadi yang san-tun dan saling menghargai satu sama lainnya,” tandasnya.
Cara lainnya, dengan memberikan respons kepada pelajar tentang pen-tingnya bela negara melalui pengab-dian sebagai prjurit TNI AD. Sebagai prajurit, Soleh tidak henti-hentinya mensosialisasikan kepada pelajar yang berminat menjadi seorang prajurit. Melalui sosialisasi di sekolah-sekolah di wilayah Koramil 01/Jetis, diharap-kan pelajar banyak yang berminat. “Kami TNI AD melalui Kodim 0734/Jogja siap melatih sampai pada tahap pendaftaran. Sangat penting menyo-sialisasikan kepada masyarakat. Mel-alui Babinsa, masyarakat bisa men-cari informasi lebih lengkap,” ujarnya.
Kepala sekolah SMK Tamansiswa Jogja Musli Dahlan menyambut baik langkah Koramil 01/Jetis dalam upaya sosialisasi bela negara dan sosiali-sasi penerimaan prajurit TNI AD. Diharapkan, nantinya pelajar yang berminat menjadi prajurit bisa dia-rahkan dan dilatih. “Kami berharap ada kelanjutan dari sosialisasi ini. Termasuk para siswa yang berminat bisa diarahkan,” kata dia. (fid/jko/ong)