KULONPROGO – Ketua Wahana Tri Tunggal (WTT) Martono menemui Wakil Bupati (Wabup) Kulonprogo Sutedjo di kantor dinasnya kemarin (9/2). Mereka meminta kasus hukum yang menyeret tokoh WTT Sarijo dalam kasus dugaan penghasutan dan penyegelan Balai Desa Glagah bisa dihentikan.
“Kami berinisiatif menemui dan meminta pak Wabup agar mau memediasi antara camat Temon dan Sarijo cs. Terlebih pak Wabup dulu kan pernah menjadi camat Temon, sehingga kami menilai beliau punya kedekatan tersendiri dengan warga Temon,” terang Martono yang datang ditemani enam pengurus WTT lainnya.
Martono menilai, dalam kasus ini, WTT sudah berupaya menempuh jalan damai dan beritikad baik. Salah satunya langsung memperbaiki kantor Balai Desa Glagah, baik menghapus semua tulisan dan bahkan sampai menutup seluruh lubang paku akibat aksi penyegelan.
“Kami sebelumnya juga sudah mencoba bertemu dengan Bupati Hasto, bupati juga sudah menyarankan untuk mediasi dengan camat. Nah, kali ini kita cari terobosan dengan menemui wabup untuk merealisasikan proses mediasi antara camat dan Sarijo,” ucapnya.
Martono menambahkan, terkait upaya mediasi ini, Wabup Sutedjo telah menyanggupi dan akan bertemu dengan bupati hari ini (kemarin). Kendati demikian, jika upaya mediasi tetap saja mental atau tidak bisa, pihaknya dengan terpaksa akan tetap berjuang melalui Komnas HAM.
“Kami sudah berkirim surat dengan Komnas Ham, kendati sampai saat ini belum ada balasan, itu karena kami belum mengirimkan berkas secara lengkap. Tapi yang pasti kami menunggu upaya mediasi damai ini, kalau masih mbulet ya kami teruskan,” ungkapnya.
Pada bagian lain, Martono menyebutkan, WTT telah memilah antara kasus yang membelit Sarijo cs dengan aksi penolakan bandara yang akan tetap terus disuarakan. Terkait penolakan bandara, minggu depan pihaknya bahkan sudah berencana mendatangi LBH Jogjakarta.
“Kami akan meminta advokasi dalam hal hak milik tanah termasuk kasus penolakan bandara. Saat ini kami juga tengah melengkapi berkas sertifikat tanah dari empat desa yang terdampak, khususnya milik warga WTT,” ujarnya. (tom/ila/ong)