JOGJA – Kejati DIJ masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus dugaan korupsi hibah Persiba dengan tersangka Maryani dan Da-hono. Untuk melengkapi berkas kedua tersangka itu, tim penyidik memeriksa Ketua Umum Persiba HM Idham Samawi kemarin (11/2). Idham diperiksa sebagai saksi. Pemeriksaaan terhadap mantan bupati Bantul ini, hanya berlangsung sekitar 105 menit. Diperiksa mulai pukul 09.00, dan selesai pukul 10.45.
Dalam pemeriksaan, Idham ditanya mengenai penggunaan dana hibah Persiba senilai Rp 12,5 miliar, se-perti belanja makanan minum bagi pemain dan pengurus Persiba, transportasi saat laga tanding ke luar kota, dan lain sebagainya.”Saksi Idham diperiksa menge-nai pengadaan barang dan jasa yang pernah dilakukan Klub Per-siba pada 2011 lalu,” kata Kasi Penerangan Hukum Kejati DIJ Zulkardiman kepada wartawan kemarin.Selain pengadaan barang dan jasa untuk keperluan Persiba, Idham ditanya segala sesuatu yang pernah ia ketahui dan rasakan atas peng-gunaan dana hibah Persiba.
Kete-rangan Idham tersebut akan dising-kronkan dengan keterangan yang pernah disampaikan oleh saksi lain termasuk kedua tersangka.”Jika penyidik menganggap ke-terangan Idham untuk berkas tersangka Dn dan Mr kurang, penyidik dapat memanggil ulang. Sebaliknya, bila penyidik menilai keterangan Idham sudah cukup, kemungkinan tidak akan dipang-gil lagi,” tandas pria yang akrab disapa Jejeng ini.
Terpisah, penasihat hukum HM Idham Samawi, Augustinus Huta-julu SH mengatakan, kliennya di-periksa sebagai saksi untuk ter-sangka Dahono. Dalam peme-riksaan itu, Idham diperiksa sepu-tar pencairan dana hibah atas kapasitasnya sebagai Ketua KONI Bantul dan Ketua Pencab PSSI Bantul. Saat pencairan dana hibah Persiba, Dahono menjabat sebagai Bendahara Persiba dan Benda-hara Pengcab PSSI.”Saat itu Dahono rangkap jabatan, bendahara PSSI dan bendahara Per-siba,” kata Hutajulu. (mar/jko/ong)