HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
PERDANA:Saksi Pelapor dari Adira Finance saat dimintai keterangan dalam sidang kasus Fidusia di Pengadilan Negeri Purworejo kemarin (11/2).
PURWOREJO – Untuk kali pertama, Pengadilan Negeri (PN) Purworejo menggelar sidang terkait permasalahan fidusia kemarin (11/2). Sidang dengan agenda mendengar keterangan sejumlah saksi, menghadirkan tersangka Rio Chandra, warga Kecamatan Bener. Sidang terbuka untuk umum itu ber-langsung lancar, dipimpin Hakim Ketua Irma Mardiana SH MH, didampingi hakim anggota Christian Wibowo SH MHum dan Ismu Bahaiduri FK SH, serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) J Subagja SH. “Tersangka bisa dikenakan pasal 372 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 4 tahun,” ujar J Subagja usai persidangan.
Proses persidangan terkait permasalahan fidusia ini, diakui baru kali pertama dilakukan di PN Purworejo. Sebagai pelapor atau pihak yang dirugikan dalam kejadian itu, PT Adira Finance Purworejo.Berdasarkan berkas pemeriksaan, kejadian itu bermula saat pelaku meminjamkan identitas dirinya terhadap pihak lain untuk digunakan sebagai kelengkapan administrasi pengajuan kredit sepeda motor merk Honda Vario. Atas tindakannya tersebut, pelaku mendapat imbalan uang sebesar Rp 1.200.000. Setelah mendapatkan barang yang diinginkan, ternyata tidak ada pembayaran atas angsuran yang dibebankan kepada pelaku. Pihak Adira melakukan pengecekan dan ternyata diketahui bahwa pelaku hanya dipinjam namanya atas persetujuan imbalan untuk pengajuan kredit tersebut.
Kepala Cabang Adira Finance Magelang Ananto mengungkapkan, untuk wilayah Magelang dan sekitarnya, termasuk Purworejo, kasus semacam ini baru kali pertama dibawa sampai ke tingkat persidangan. “Ini sebagai pembelajaran sekaligus bukti, bahwa kasus fidusia itu benar-benar jalan. Yang salama ini mereka pikir hanya masuk ranah perdata. Ini juga sebagai upaya hukum untuk para pelaku, ini juga untuk melindungi konsumen,” ujarnya.
Reso Adi Setya Legal dari Adira menam-bahkan, tindakan hukum terpaksa dilakukan pihaknya karena disinyalir ada beberapa kejadian serupa dan merugikan pihaknya hingga ratusan juta rupiah.”Kami juga melaporkan kejadian-kejadian yang merugikan kami dengan kasus yang sama kepada pihak kepolisian. Mungkin saja yang dilakukan penanganan satu per satu dan untuk tersangka Rio Chandra ini yang pertama kalinya sampai ke meja persidangan,” imbuhnya.
Menurutnya, mafia penggelapan di masyarakat perlu diberi efek jera. Selain itu juga dimaksudkan sebagai peringatan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam meminjamkan bukti identitas dirinya kepada orang lain.”Bisa saja kami tidak tahu ada sahabat atau saudara dekat kita pinjam identitas diri, tapi ternyata malah disalahgunakan. Padahal hal itu menyalahi UU 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia,” tandasnya. (tom/jko/ong)