DWI AGUS/RADAR JOGJA
KHUSUS: Pementasan opera Jawa dengan lakon Langen Mandra Wanara di Ndalem Pujokusuman (10/2).
JOGJA – Upaya melestarikan kesenian tradisi, terus dilakukan Dinas Kebudayaan DIJ. Seperti pendokumen-tasian karya seni di Ndalem Pujokusuman Jogjakarta Selasa (10/2) malam . Opera Jawa dengan lakon Langen Mandra Wanara itu dipentaskan secara khusus.Langen Mandra Wanara merupakan fragmen kisah perjalanan Anoman dari Poncowati menuju kera-jaan Alengka. “Sebenarnya untuk buku dengan judul yang sama sudah sering. Namun untuk pembahasan tidak komplet dan mendalam. Kali ini kami sertakan pembahasan naskah dan gerakan, sehingga benar-benar informatif,” kata penanggung jawab Bedah Naskah dan Penyajian Sunardi.
Dalam pendokumentasian ini, Sunardi yang juga kepala SMKI Jogjakarta menggandeng akademisi ISI Jogjakarta lainnya, seperti Bambang Pudjasworo yang bertindak sebagai ketua, sekaligus mengulas latar belakang dan sejarah. Berikutnya ada Daruni yang bertindak dalam tata busana dan penokohan.Langen Mandra Wanara menampilkan perjalanan Anoman menuju Alengka. Dalam perjalanan, ber-bagai cobaan dihadapi oleh kera putih ini.
Dalam penggarapan, Sunardi sedikit mengembangkan dari pakem yang sudah ada.Seperti tokoh Wilkataksini yang awalnya satu diha-dirkan menjadi lima tokoh. Berikutnya, naskah yang sudah didominasi dalam bentuk tembang. Ada juga beberapa penyesuain, terutama gerakan saat mela-koni peran Langen Mandra Wanara. (dwi/jko/ong)