JOGJA – Diskusi hari jadi Dae-rah Istimewa Jogjakarta (DIJ)mu-lai menunjukkan titik terang. Penghageng Parentah Hageng Keraton KRT Yudhahadining-ratmengusulkan 13 Maret men-jadi tanggal yang paling tepat.Tanggal tersebut, kata pria yang bernama asli Brigjend Nuryan-to itu, merupakan saat Pange ran Mangkubumi atau Sri Sultan Hamengku Buwono I berpindah ke Gamping, tahun 1755. Atau sebulan pascaperjanjian Gi-yanti, yang menjadi penanda berdirinya Kerajaan Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat
“Saat diskusi sejarawan dari UGM, saya sudah tegaskan, 13 Maret 1755 yang paling tepat. Saat itu, merupakan hari atau tanggal Pangeran Mangkubumi berpindah ke alas Beringan,” ujar Romo Nur, sapaan akrabnya kemarin (12/2).
Ketua DPD Partai Gerindra DIJ ini mengungkapkan, tanggal tersebut yang paling realistis. Sebab, saat perjanjian Giyanti 13 Februari 1755, Pangeran Mangkubumi belum memiliki wilayah. Pangeran Mangkubumi baru dinobatkan rakyat pendu-kungnya di bawah pohon preh di Karanganyar. “Baru setelah pindah, ada rakyat, raja, dan wilayah kekuasaan,” tandasnya.Sebulan usai perjanjian Gi-yanti, sambung dia, negara Jog-jakarta sudah resmi berdiri. Kala itu, VOC mengakui kebe-radaan dari Keraton Jogjakarta. “Baru setelah itu memikirkan, membangun ibu kota. Setelah itu, pada 7 Oktober, baru pindah dari Ambarketawang ke Jogja-karta setelah membuka Alas Beringan,” lanjutnya.Namun hingga saat ini, tanggal hari jadi DIJ belum ditetapkan. Gubernur Hamengku Buwono X sudah menginstruksikan ‎Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIJ Ichsanuri untuk mengkaji tang-gal tersebut. Kini, kajian itu se-dang berlangsung.
“Tahun ini, ditargetkan sudah ketemu tang-galnya,” ujar Ichsan, ditemui terpisah.Ia mengatakan, hari jadi itu, menjadi kajian bersama. Peng-umpulan data-data juga masih terus dilakukan untuk menen-tukan hari jadi tersebut. “Masih terus berjalan. Itu menjadi ke-giatan dari Biro Tata Pemerin-tahan (Sekretariat Provinsi),” jelasnya.Ichsan memastikan, akhir tahun ini sudah klir tanggal hari jadi DIJ. Sehingga, pada tahun 2016, sudah bisa memperingati hari jadi tersebut. “Sebelum akhir tahun, sudah ketemu. Semoga ya,” tandasnya sambil berlalu ke dalam mobil dinasnya Honda New CRV.Hari jadi DIJ, hingga saat ini memang belum diketemukan. Baru Kota Jogja yang sudah me-nemukan hari jadi tersebut, yakni pada 7 Oktober. Atau, kala Pangeran Mangkubumi berpindah dari Ambarketawang ke Keraton yang selesai pem ba-ngunannya. (eri/jko/ong)