SETIAKY A.KUSUMA/RADAR JOGJA
JADI ALTERNATIF: Penanaman dengan sistem hidroponik yang dikembangkan di lingkungan Kodim 0734/Jogja. Sistem tanam seperti ini menjadi alternatif untuk mensikapi sempitnya lahan pertanian di Kota Jogja sekaligus untuk mewujudkan swasembada pangan.
JOGJA – Kodim 0734/Jogja bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja, dalam hal ini Dinas Pertanian dan Kehewanan, tengah fokus membekali Bintara Pem-bina Desa (Babinsa) agar memiliki kemampuan di sektor pertanian. Pro-gram ini untuk mewujudkan swasem-bada pangan di Kota Jogja.”Program ini merupakan kebijakan TNI AD di tingkat pusat, terkait swa-sembada pangan harus segera dija-lankan di tingkat daerah,” kata Dan-dim 0734/Jogja Letkol Inf Renal Aprindo Sinaga usai pembekalan Babinsa terkait swasembada pangan kemarin (12/2).
Ditegaskan, untuk melaksanakan program dari pusat tersebut, Kodim menggandeng Dinas Pertanian dan Kehewanan Kota Jogja. “Para Babinsa ini kami bekali kemampuan sektor pertanian. Tidak terlibat secara langs-ung, tapi bagaimana menjaga kedi-siplinan petani dalam rangka swa-sembada pangan,” tandas Dandim.Dandim menyadari bahwa lahan pertanian di Kota Jogja, terbilang sempit. Namun demikian, kondisi itu tidak jadi penghalang dalam upaya swasembada pangan. Target yang realistis, dari sosialisasi dan pembe-kalan ini, Kota Jogja bisa menghasil-kan benih padi unggulan. “Paling tidak, target yang realistis dengan keterbatasan lahan, bisa menghasil-kan benih padi yang bagus,” ujarnya.
Untuk menjalankan program pelaks-anaan swasembada pangan di Kota Jogja, dilakukan dengan penggarapan lahan pertanian yang ada. Dandim menambahkan, luasan lahan di Kota Jogja tidak sebanding dengan lahan yang ada di daerah lainnya. Kendati demikian, banyak alternatif yang bisa ditempuh dalam mewujudkan swa-sembada pangan. Salah satunya dengan mencanangkan tanaman hidroponik. “Hidroponik ini, arahnya juga ke swa-sembada pangan. Itu bisa jadi alter-natif,” ujarnya. (fid/jko/ong)