GUNAWAN/RADAR JOGJA
MUSIBAH: Warga gotong royong mengevakuasi rumah yang tertimbun longsor di Pedukuhan Suruh, Hargomulyo, Gedangsari, kemarin (12/2). Warga yang berada di zona merah diminta waspada.
GUNUNGKIDUL – Hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Gunung-kidul. Sejumlah rumah dilaporkan rusak parah. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun warga di zona bahaya ketakutan karena dihantui bencana susulan.Berdasarkan data yang dihimpun Radar Jogja, sedikitnya ada tiga kecamatan yang dilanda bencana. Di Kecamatan Patuk, rumah milik Eman Kusuma, warga Ngoro-Oro, tertimbun longsor.
Kemudian di Pedukuhan Suruh, Hargomulyo, Gedangsari, rumah milik Sutrisno yang ada di pegunungan rata dengan tanah pada, Rabu (11/2). Kemarin (12/2) warga dibantu petugas langsung melakukan upaya evakuasi rumah korban. Material longsoran terdiri dari tanah dan bebatuan langsung disingkirkan. Penduduk setempat tampak bersemangat membantu sesama. “Musibah bisa menimpa siapa saja, harus saling tolong menolong,” kata salah seorang warga setempat Wantiyo.
Musibah serupa juga terjadi di kawasan pesisir. Sedikitnya 20 warung makan di Pantai Krakal, Ngestirejo, Tanjungsari rusak akibat terjangan angin kencang. Kejadiannya hampir bersamaan dengan bencana longsor. Terjangan angin kencang juga memporak-porandakan pos jaga Tim SAR Korwil II.”Dari info warga yang melihat, anginnya seperti puting beliung. Hempasannya sangat kuat, sehingga menerbangkan genteng dan asbes milik pedagang,” kata Koordinator Search And Rescue (SAR) Wilayah II Marjono.
Terpisah, Kasi Logistik dan Kedaruratan BPBD Gunungkidul Sutaryono mengaku sudahmelakukan pendataan lokasi bencana. Beberapa titik sudah dikirimkan tim reaksi cepat dan bantuan logistik. Dia berharap masyarakat lokasi rawan bencana meliputi Patuk, Gedangsari, Nglipar, Semin, Ngawen dan Ponjong untuk mewaspadai bencana tanah longsor. Itu karena dalam beberapa hari terakhir intensitas hujan cukup tinggi.
Di bagian lain, Staf Data dan Informasi BMKG Jogjakarta Indah Retno Wulan mengatakan, potensi hujan disertai angin di Gunungkidul diprediksi akan terjadi hingga tiga hari kedepan. Angin kencang terjadi akibat adanya awan putih (columbus) yang disebabkan panasnya cuaca. “Jika cuaca siang hari panas, sorenya diprediksi akan muncul awan putih. Awan itulah penyebab angin sehingga harus diwaspadai,” ungkapnya. (gun/ila/ong)

Lima Rumah Rusak di Samigaluh

SEMENTARA ITU, lima rumah di Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo kembali menjadi korban bencana tanah longsor, Kamis dini hari (12/2). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan jutaan rupiah. Longsor terjadi hampir bersamaan, kendati lokasinya tidak di satu tempat.Kelima rumah warga yang rusak akibat longsor di antaranya milik Sudrajat, 27, dan Muharjani, 28, keduanya warga Pedukuhan Megermalang, Gerbosari.
Kemudian rumah milik Rohman, 55, warga Pedukuhan Keceme serta rumah Minrejo, 68, warga Sidorejo, Gerbosari. Terakhir adalah rumah milik Sumiyem, 30, warga Pedukuhan Kaliduren, Keboharjo.Korban longsor Sudrajat mengungkapkan, longsor dipicu hujan lebat sejak Rabu (11/2) hingga Kamis (12/2). Dengan kondisi tanah yang labil, membuat tebing setinggi 15 meter dan panjang sekitar 20 meter di samping rumahnya longsor. “Rumah saya kebetulan bersebelahan dengan rumah Muharjani, semuanya kena longsor,” ungkapnya, kemarin (12/2).
Menurut Sudrajat, hampir bersamaan dengan longsor, aliran listrik juga padam sekitar pukul 24.00. Hingga sekitar pukul 02.00 terdengar suara gemuruh dari tebing yang longsor menimpa dinding kamar dan dapur.”Kami terbangun dan langsung lari. Beruntung anak saya yang biasanya tidur di kamar saat kejadian tidak ada di kamar, anak saya yang kecil sempat menangis melihat tanah masuk ke dalam rumah,” tuturnya.
Material tanah longsor tidak hanya merusak dinding kamar dan dapur, tetapi juga merusak sejumlah perabot rumah tangga. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Sementara itu, longsor di rumah Muharjani meng-akibatkan dapur dan perabot tertimbun material tanah longsor.Kapolsek Samigaluh AKP Lucia Sri Hartati mengatakan, warga bersama anggota kepolisian dan TNI secara bersama-sama bergotong royong membersihkan material tanah longsor. “Sementara waktu korban diungsikan ketempat yang lebih aman hingga proses evakuasi material tanah selesai dan rumah bisa ditempati kembali,” katanya. (tom/ila/rg)