ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
BERBENAH: Sejumlah pekerja sedang melakukan perawatan pot-pot bunga di Lapangan Paseban kemarin (12/2).
BANTUL – Kabupaten Bantul kembali gagal meraih Adipura pada tahun lalu. Dari 125 nominasi, Bumi Projo Tamansari-julukan Kabupaten Bantul berada di peringkat 101. Ada sejumlah faktor yang menyebabkan rendahnya peringkat tersebut. “Mulai pengolahan limbah dan sampah, hingga penataan lingkungan,” terang Kepala UPT Kebersihan Persampahan Pertamanan dan Pemakaman (KP3) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bantul Surono, kemarin (12/2).
Surono berpendapat dalam penataan lingkungan keberadaan taman tidak kalah penting. Keberadaan taman cukup memengaruhi tinggi rendahnya dalam penilaian penghargaan Adipura. Sayangnya, sampai saat ini Bantul belum memiliki taman kota yang dapat dijadikan sarana bermain warga. Khususnya anak-anak. “Yang ada, di sepanjang jalan protokol malah dipenuhi PKL,” ujarnya.
Karena itu, sebagai salah satu upaya untuk memperbaiki penilaian Adipura, dalam waktu dekat ini pemkab bakal membangun sebuah taman kota. Letak taman kota seluas seribu meter persegi ini di sisi barat jalan Jendral Soedirman atau timur persis lapangan Paseban. Nantinya, taman kota ini akan dilengkapi sarana permainan anak-anak. “Belum tahu anggarannya berapa. Rencananya dianggarkan pada APBD Perubahan nanti,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, lanjut Surono, untuk mempercantik wajah kota juga akan diusulkan pembuatan hutan kota. Letak hutan kota ini direncanakan berada di sekitar masjid Agung. Saat ini, pemkab masih fokus menjaga dan merawat sejumlah taman mini yang tersebar di beberapa titik. Di antaranya, depan polsek Bantul, depan polres, samping gapura Melikan, depan kejaksaan negeri, dan depan rumah dinas, dan di tugu Adipura. “Ini kegiatan rutin untuk perawatan. Kalau tanamannya sudah tua ya diganti,” jelasnya. (zam/din/ong)