RADAR JOGJA FILE
BELUM DEAL: Penampilan Rasmoyo (hijau) saat masih berseragam PSS Sleman musim lalu. Manajemen PSS Sleman kembali berharap mendapatkan tenaga Rasmoyo musim ini.
SLEMAN – Manajemen PSS Sleman tak kunjung berhasil mengikat salah satu pemain lama mereka, Rasmoyo. Hingga kemarin, pria asal Magelang tersebut tak kunjung menemu-kan kata sepakat dengan Mana-jer PSS Sleman Haru Setiawan dan jajarannya.Haru menyatakan, Rasmoyo belum menyepakati tawaran yang dilemparkan manajemen klub. Manajemen pun sudah berusaha sekuat tenaga.
Tetapi, mantan pemain Persebaya ini masih keukeuh dengan keingi-nannya meminta bayaran di atas standar PSS.”Ya sampai sekarang Rasmoyo belum juga deal. Kami masih terus mengusahakannya karena keberadaannya di tim memang sangat penting,” beber salah satu pendiri klub amatir Sleman United (SU) ini.Haru sangat berharap Rasmoyo mau menerima tawaran dari manajemen. Sebab menurutnya, untuk mencari wing back yang sekelas Rasmoyo PSS bakal kesu-litan.
Meskipun mereka punya perpanjangan waktu lantaran PT Liga Indonesia (PT LI) sudah memastikan kompetisi Divisi Utama mundur dari jadwal se-mula 5 Maret.Ya, dengan kompetisi yang ketat, kemungkinan tim-tim Divisi Utama maupun Indone-sian Super League (ISL) berlom-ba-lomba untuk meningkatkan kualitas tim. Otomatis pemain yang punya kualitas hampir pasti sudah terlanjur diikat klub lain. “Ya itu makanya. Oke lah kompetisi diundur. Tapi kan yang bagus-bagus sangat mungkin sudah diambil lebih dulu oleh klub lain,” ucapnya.Hal senada dikatakan Direktur Operasional PSS, Wahy-udi Kurnia-wan. Kata teman se-perjuangan Haru mendirikan SU ini, sampai saat ini pihaknya masih belum bisa mengikat Rasmoyo, Kata dia selisih harga yang diinginkan Ras-moyo masih terlalu berat untuk diiyakan manajemen.”Ya saya berharap dalam waktu dekat ada titik terang mengenai hal ini. Ya seperti yang sudah di-katakan Mas Haru, keberadaan Rasmoyo di dalam tim ini memang sangat penting,” bebernya.
Tetapi jika gagal diikat, Yudi mengatakan pihaknya siap men-carikan pengganti. Bila tidak ada wing back berpengalaman yang merapat, mungkin saja PSS men-cari pemain lokal mumpuni. “Ya semuanya bisa terjadi. Memang sulit cari pengganti, tapi bukan berarti itu tidak bisa,” bebernya.Dalam latihan kemarin, PSS kedatangan pemain asal Per-sija Jakarta yang masih berusia 22 tahun, Farid Ridwan. Farid merupakan pemain yang mam-pu menempati posisi penyerang dan sayap. Ia sudah bergabung dengan para pemain-pemain lainnya. Siswanto “Kancil” sen-diri merasa Ridwan cocok dengan skeman 4-3-3 dan 4-2-3-1 yang tengah dirancangnya untuk mengarungi kompetisi.
Selain Farid, empat pemain yang sejak lusa lalu juga meng-gelar seleksi juga akan dicoba oleh Siswanto. Diego Banowo, Ortega, Tomi Pranata, dan Ang-go Julian akan dimainkan me-lawan Persak Kentungan di Stadion Tridadi.Dua pekan menjelang kick off Liga Divisi Utama (DU) PSS Sle-man masih membutuhkan se-kitar lima pemain. Dua di po-sisi pemain belakang, satu mengisi posisi tengah, dan dua di posisi depan. Haru sendiri tengah mencari satu atau dua pemain bintang untuk mengisi kuota pemain. Namun dia ber-harap pemain bintang yang dicari tidak terlalu tua. “Pemain bintang yang enggak terlalu tua. Kan itu salah satu daya tarik juga untuk kompetisi musim ini,” katanya. (nes/din/ong)