BANTUL – Dinas pekerjaan umum (DPU) tidak menjamin seluruh rekanan bakal terpakai kembali dalam proyek pem-bangunan tahun ini. Padahal, di antara mereka tak ada yang mendapatkan catatan merah pada pengerjaan proyek DPU tahun lalu.Kepala DPU Bantul Heru Suhadi mengatakan, ada mekanisme lelang yang harus ditempuh para rekanan. Aturannya, para rekanan ini terlebih dahulu mendaftarkan diri melalui layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). “Kalau memang memenuhi persyaratan ya menang. Kalau tidak, ya mau bagaimana lagi,” terang Heru di kantornya, kemarin (12/2).
Meskipun begitu, ada sejumlah rekanan yang notabene pemain lama bisa memenangkan proses lelang dan berhak mengerjakan proyek di bawah naungan DPU. Menurutnya, pada tahun lalu seluruh rekanan dapat menye-lesaikan proyek dengan sesuai spesifikasi yang ditentukan. Tentunya juga tepat waktu. “Tidak ada yang kami blacklist,” tegasnya.Biasanya, rekanan mendapatkan catatan merah bila melakukan kesalahan fatal. Misalnya, mereka mengundurkan diri setelah dinyatakan sebagai pemenang lelang.
Namun demikian, hingga sekarang belum ada satu pun rekanan yang melakukan kesalahan mendasar tersebut. “Di daerah lain informasinya ada rekanan yang di-blacklist,” paparnya.Sekretaris DPU Edi Purwanto mengungkapkan hal senada. Dia menyebutkan, ada 115 paket proyek yang dilelang. Itu dengan rincian 57 jalan lingkungan, 20 jalan kabupaten, 10 gedung kantor, tiga jembatan, 14 sanitasi limbah, 6 saluran air minum, dan 5 pasar. “Tahun lalu ada satu paket yang terpaksa diulang lelangnya,” ungkapnya.
Ini karena rekanan yang mendaftar dalam proyek pe-masangan konblok dan pem-bangunan area parkir di gedung DPRD kurang dari tiga. Edi menduga minimnya peserta lelang tersebut karena para rekanan tidak mengetahuinya. “Mungkin mereka tidak membuka website. Tetapi untungnya setelah diulang ada pemenangnya dan bisa dikerjakan dengan baik,” tambahnya. (zam/din/ong)