JOGJA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja tengah mengkaji penerapan teknologi barcode untuk ken-daraan yang masuk di lingkungan balaikota setempat. Penggunaan barcode tersebut, sekaligus untuk me-ningkatkan keamanan kendaraan di Balaikota Jogja.Kepala Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah (DBGAD) Kota Jogja Hari Setya Wacana mengatakan, wacana penerapan barcode untuk kendaraan yang masuk ke Balaikota Jogja tersebut, sedang dalam kajian. “Sebelum benar-benar diterapkan, kami masih akan melakukan kajian efektivitas penggu-naan barcode itu,” kata Hari kemarin (12/2).
Menurutnya, rencana penggunaan barcode juga untuk meningkatkan keamanan kendaraan yang keluar masuk di Balaikota Jogja. Dalam penerapanya, semua kendaraan yang masuk di balikota akan mendapatkan kartu yang terdapat barcode khusus. “Kalau jadi diterapkan, semua kendaraan yang keluar masuk di balaikota akan tersimpan dalam sistem,” jelasnya.
Selama ini, setiap kendaraan yang masuk di kom-pleks balaikota akan mendapatkan karcis yang ber-tuliskan nomor polisi kendaraan. Karcis tersebut yang harus diserahkan kepada petugas saat keluar.Selain itu, wacana penerapan abrcode ini juga sebagai bagian dari rencana penataan kompleks Balaikota Timoho Jogja. Menurut dia, dalam pena-taan kompleks balaikota, direncanakan juga akan merubah akses masuk dan keluar. Saat ini, untuk akses masuk ke Balaikota Jogja melalui pintu sebelah timur, sedangkan untuk pintu keluar berada di sebelah utara. “Tapi untuk kajian perubahan akses keluar masuk balaikota ini ada di Dinas Perhu-bungan, karena nantinya juga berpengaruh terhadap arus lalu lintas di sekitarnya,” katanya. (pra/jko/ong)