GUNAWAN/RADAR JOGJA
SUKSES: Salah seorang penerjun berhasil sampai ke darat dengan selamat di Lanud Gading, Playen, kemarin (16/2). Prajurit dari Detasemen Pertahanan Udara PASKHAS 474 Lanud Adisutjipto Jogjakarta ini menggelar latihan untuk penyegaran personel.
GUNUNGKIDUL – Prajurit dari Detasemen Pertahanan Udara PASKHAS 474 Lanud Adisutjipto Jogjakarta menggelar latihan terjun payung penyegaran personel. Latihan ini dilakukan di Lanud Gading, Playen, kemarin (16/2). Dalam kesempatan tersebut peserta melaksanakan terjun stastik dan free fall.Penerjunan pertama dilakukan dengan terjun stastik. Teknisnya, setiap loncatan diikuti oleh sebanyak 22 personel. Tepuk tangan riuh langsung terdengar begitu menyaksikan semua penerjunan berjalan lancar dan semua payung berhasil mengembang.
Dilanjutkan dengan pesawat kedua, terbang di atas langit Gunungkidul sekitar pukul 08.45. Pesawat kali ini mendaratkan penerjun stastik kelompok keempat sebanyak 26 personel. Terakhir, dilanjutkan terjun free fall pada pukul 09.00 sebanyak 33 personel yang sukses menapaki daratan.Ketua Tim Penerjunan Mayor Paskhas Dili Setiawan menga-takan, kegiatan terjun payung menurut rencana dilakukan selama dua hari ditutup hari ini. “Tujuan penerjunan untuk memelihara statik, dan melatih prajurit di medan operasi. Pertempur itu membutuhkan kecepatan tinggi, jadi harus lincah,” kata Dili Setiawan.
Salah seorang prajurit penerjun, Serka Dwi Akadiyanto menjadi peserta paling tua. Meski sudah berumur 47 tahun dia tidak terlihat kelelahan. Memiliki masa kerja 26 tahun, dia sudah meluncur dari langit dengan menggunakan parasut sebanyak 250 kali. “Alhamdulillah, setiap kali melakukan penerjunan tidak ada kendala. Yang terpenting adalah latihan serius, konsentrasi, dan berdoa,” ucap prajurit yang pernah menjadi tim operasi di Timor Leste ini, kemudian berlari untuk bergabung dengan pasukan.
Dalam kesempatan itu juga hadir Bupati Gunungkidul Badingah dan pihak kepolisian. Lanud Gading ini makin ramai karena warga diperbolehkan menonton. Tampak anak-anak berteriak-teriak begitu melihat parasut berjatuhan dari angkasa.Salah seorang warga, Ngatini mengaku senang bisa melihat terjun payung. “Kebetulan baru pertama kali ini saya melihat terjun payung. Sekalian ajak anak,” ucapnya. (gun/ila/ong)