BAHANA/RADAR JOGJA
EKSTENSIFIKASI: Rapat Kerja Tahunan PT Pegadaian Kantor Wilayah XI Semarang di Hotel Grand Tjokro Jogjakarta, Senin (16/2). Dalam acara ini diungkapkan rencana pembangunan hotel dibawah naungan Pegadaian.
JOGJA – Inovasi dan ekstensifikasi usaha terus dilakukan PT Pegadaian (Persero) untuk meningkatkan pe-layanan kepada masyarakat. Berbeda dengan biasanya, ekstensifikasi usaha ini dilakukan dengan melirik bisnis lain. Yakni dengan membangun sembilan unit hotel di beberapa wilayah di Indonesia. Di Jogjakarta, PT Pegadaian telah menyiapkan dua buah hotel bintang tiga yang direncanakan beroperasi pada triwulan keempat tahun 2015.
Direktur Bisnis IIIPT Pegadaian Ferry Febrianto menjelaskan, eks tensifikasi tersebut merupakan bagian dari optimalisasi aset yang dimiliki oleh PT Pegadaian. Dua hotel dibawah kuasa Pegadaian yang tengah dalam masa pembangunan, yakni di kawasan Tugu dan Ngupasan, Jogja.”Ditargetkan awal triwulan keempat 2015 ini sudah beroperasi,” terang Ferry seusai membuka Rapat Kerja Tahunan PT Pegadaian Kantor Wilayah XI Semarang di Hotel Grand Tjokro Jogjakarta, Senin (16/2).
Menurut Ferry, bisnis jasahos pitalitydi DIJ masih memiliki peluang yang cukup besar, meski keberadaan hotel di Jogja menjamur. Dia menyebutkan, ketersedian suplai dan kebutuhan hotel di beberapa daerah masih me-mungkinkan untuk membangun hotel. Itu mengingat kebutuhan akomodasi yang representatif terus meningkat.Dia menyebut, hotel-hotel tersebut berkonsep hotel syariah bintang tiga dengan sekitar 140 buah kamar. Pem-bangunan hotel di Jogja sudah mengantongi izin pendirian, meng-ingat pengajuannya disetujui sebelum ada moratorium pembatasan pembangunan hotel. Untuk pem-bangunan hotel tersebut, digelontor-kan dana sekitar Rp 50 miliar.”Nantinya, semua hotel tersebut akan diasetkan sedangkan operasionalnya ditangani anak perusahaan,” katanya.
Selain mendirikan hotel, jelasnya, PT Pegadaian juga menempuh be-berapa langkah lain untuk optimali-sasi aset yang dimiliki, di antaranya berupa pembangunan dan revi talisasi pasar tradisional. Termasuk pem-bangunan rumah sakit tipe D dan lainnya. “Program itu lebih menyasar ke daerah yang masih membutuhkan sarana publik,” katanya.Di sisi lain, jelas Ferry, untuk me nembus target pencapaian kerja 2015 ini, pihaknya menargetkan bisa meraup laba gadai emas setelah pajak Rp 1,8 triliun. Angka ini meningkat dari laba tahun lalu yang hanya Rp 1,7 triliun.Pimpinan Wilayah XI PT Pegadaian DIJ-Jawa Tengah menargetkanoutstan-ding loanmencapai Rp 3,1 triliun untuk 2015. Selain juga optimalisasi aset dan menggenjot layanan gadai. “Kami juga akan menggenjot pertumbuhan dari sektor mikro serta layanan jasa pembayaran listrik, ticketing, pulsa, dan lainnya,” katanya. (bhn/ila/ong)