SLEMAN-PSS Sleman gagal meraih kemenangan dalam laga uji coba besar pertama di pra musim kompetisi 2015. Tampil dengan lini depan yang kurang tajam dan lini belakang yang sangat rapuh, klub berjuluk Super Elang Jawa (Super Elja) ini hanya bermain imbang 3-3 melawan Persinga Ngawi di Maguwoharjo International Stadium (MIS) tadi malamDalam laga ini tak satupun gol PSS yang berasal dari kaki para penyerang. Ya, tiga angka PSS disumbangkan oleh Dicky prayoga, Sincan Aris dan Anggo Julian. Sedangkan ketiga gol Persinga seluruhnya diciptakan oleh Slamet Hariyadi.
Seperti jatuh tertimpa tangga usai berakhirnya laga, terlihat ada sebuah ketidakharmonisan antara pelatih Siswanto “Kancil” dengan jajaran manajemen. Ya, mantan pelatih PPSM Magelang di kompetisi Divisi Utama LPIS ini menyebut intervensi manajemen sangat kental dalam pergantian pemain yang ia lakukan.Contoh paling kentara, terlihat pada pergantian Rudi “Bogel” Setiawan. Mantan pemain Persija ini langsung ditarik Siswanto meskipun baru bermain lima menit. Kata Siswanto, keinginan mengganti Bogel bukan murni keputusannya. “Ya, ada intervensi dari pengurus. Saya sama sekali tidak ingin mengganti Bogel. Namun baru lima menit dia malah keluar,” ungkapnya.
Kata Siswanto, pergantian yang dilakukan pada Bogel diakibatkan keinginan manajemen melihat performa dari Johan Arga. Padahal kata Siswanto, Johan sedang tidak fit karena sakit. “Johan padahal sedang sakit. Namun manajemen memaksakan diri untuk mau melihat performanya,” jelasnya. Akibat kekalahan ini Siswanto dicibir di dunia maya. Menurut Siswanto, apa yang disuarakan suporter itu sangat wajar. Apalagi mereka tentu sangat mendambakan Super Elja meraih kemenangan setelah cukup lama tidak turun dalam sebuah laga besar.Siswanto menyatakan, rapuhnya lini belakang dan tumpulnya lini depan disebabkan oleh beberapa faktor.
Kepergian Ugik Sugiyanto yang akhirnya memilih Persik Kediri menjadi biang keladinya. Tidak ada Ugik, dua penyerang lain, Diego Banowo dan Agung Suprayogi cedera. Adapun d lini belakang, libero Asmi Aswibi juga cedera. “Masalah yang kami alami ini cukup kompleks memang. Ya semoga apa yang terjadi saat ini bisa jadi bahan pelajaran untuk bermain lebih baik,” tukasnya.Sabtu (21/2) mendatang, PSS akan berhadapan dengan Persiba Bantul. Siswanto berharap pada laga lawan Persiba permainan PSS sudah lebih matang. “Sabtu nanti di pertandingan derbi semoga dapat bermain lebih baik. Tentunya suporter ingin PSS menang dari Persiba,” ujarnya. (nes/din/ong)