GUNUNGKIDUL – Sejumlah ruas jalan kabupaten di wilayah Gunungkidul banyak mengalami kerusakan. Hingga kini, panjang jalan yang kondisinya rusak parah adalah 104,32 kilometer atau sekitar 15 persen dari total panjang jalan. Sementara sepanjang 68,82 kilometer lainnya mengalami kerusak-an sedang. Selain jalan kabupaten, kerusakan jalan juga terjadi di ruas jalan provinsi dan nasional. Di beberapa ruas, mulai muncul lubang karena tidak kuat menahan beban kendaraan serta genangan air hujan.
Sayangnya, kerusakan tersebut kemungkinan besartidak bisa segera ditangani karena rencana kucuran anggaran peningkatan jalan pada 2015 dihapus dengan alasan efisiensi anggaran.Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gunungkidul Djaka Lelana mengatakan, dalam anggaran 2015 usulan peningkatan jalan dengan produk aspal hotmix dicoret. Pencoretan dilakukan karena adanya evaluasi dari gubernur untuk melakukan efisiensi anggaran. Alhasil, usulan peningkatan jalan kemungkinan besar baru bisa terealisasi pada 2016.”Ada dua paket usulan peningkatan jalan dengan produk aspal hotmix yang tidak tercakup. Nilainya sekitar Rp 9 miliar,” kata Djaka, kemarin (17/2).Namun begitu, meski tidak ada anggaran bukan berarti pemerintah duduk diam. Penangangan kerusakan jalan tetap akan dilakukan yaknidengan model penetrasi. Kerusakan ditambal terlebih dahulu.
“Kalau rehab kecil-kecil ada, penetrasi di sejumlah ruas. Sementara pening-katan jalan dengan produk aspal hotmix kemungkinan baru bisa tahun 2016,” ujarnya.Sementara itu, staf Bidang Bina Marga DPU Gunungkidul Setyo mengaku belum mengantongi data kerusakan jalan poros desa, jalan provinsi dan nasional. Menurutnyaa, jalan provinsi ditangani langsung oleh DPU DIJ, sementara jalan nasional ditangani Satker Jalan Nasional DIJ.”Sementara kami hanya memiliki data kerusakan jalan kabupaten. Kerusakannya mencapai 25 persen. Dengan rincian 15 persen rusak parah dan 10 persen rusak ringan,” kata Setyo.Salah seorang warga Wonosari, Haryati mengatakan jalan menuju kawasan wisata Gua Pindul dari jantung kota Wonosari rusak parah. “Dulu ada kabar tahun ini dibangun, tapi entahlah. Kami minta pengguna jalan hati-hati supaya aman,” pintanya. (gun/ila/ong)

Bangun Infrastruktur, Kerahkan 450 Personel

SEMENTARA ITU, Keikutsertaan Bupati Gunungkidul Badingah dalam salah satu organisasi di Akademi Militer (Akmil) Magelang mulai terlihat manfaatnya. Bulan depan ratusan akmil akan dikirim ke kota Gaplek untuk mengerjakan sejumlah proyek pembangunan fisik. “Ini tidak lanjut setelah bupati dikukuhkan sebagai pengurus keormasan di Akmil,” kata Asek II Bidang Perekonomian dan Pemba-ngunan Setda Gunungkidul Supriyadi, kemarin (17/2).
Dia menjelaskan, nama program kegiatan Akmil Angkatan Darat (AD) adalah Praja Bhakti, berasal dari tingkat dua dan tiga.Sementara jumlah peserta sebanyak 450 personel. “Nanti, personel Akmil efektif bekerja selama satu minggu,” ujarnya.Sedangkan untuk teknisnya, selama kegiatan berlangsung, anggota Akmil menginap di rumah-rumah warga. Mereka dikelompokkan sesuai dengan hitungan masing-masing misalnya, satu rumah ditempat sebanyak sepuluh orang.”Mereka makan minum tidur di rumah warga. Selama bekerja mereka tidak digaji, malahan keluar uang untuk biaya kebutuhan makan dan lain-lain,” ujarnya.
Menurut Supriyadi, ada tiga titik proyek pembangunan. Pertama, ber-langsung di Desa Pilangrejo, Nglipar. Di lokasi ini 250 personel akan menyelesaika perbaikan jalan menuju embung dengan panjang 1.300 meter. “Nanti juga dibantu warga dan tenaga ahli,” ucapnya.Kemudian di Desa Kedung Keris, Nglipar yakni perbaikan saluran irigasi sepanjang 200 meter. Dalam kegiatan itu sebanyak 50 personel dikerahkan. Lalu lokasi terkahir ada di Desa Semoyo, Patuk. Sebanyak 250 personel akan melakukan perbaikan jalan sepanjang 300 meter. “Pelaksanaan kegiatan dimulai pada 2 Maret mendatang,” terangnya.
Nah, sebagai persiapan awal dalam waktu dekat Bupati Badingah akan hadir memenuhi undangan Akmil untuk memberikan pemaparan. Itu berkaitan dengan pengenalan wilayah kepada peserta yang nanti dikirim ke Gunungkidul. “Selain bekerja secara fisik, personel akmil juga melakukan sosialisasi kepada pelajar SMK di wilayah kita. Pada 20 Februari nanti bupati berangkat ke Magelang,” kata Supriyadi.Supriyadi mengatakan kegiatan yang melibatkan Akmil dalam proyek pembangunan fisik baru pertama kali dilaksanakan di Gunungkidul. Selaku tuan rumah, pihaknya sudah menyiapkan segala sesuatu salah satunya alat berat dan material. (gun/ila/ong)