YOGI ISTI PUJIAJI/RADAR JOGJA
PORAK PORANDA: Bupati Sleman meninjau wilayah terdampak puting beliung di Seyegan kemarin (17/2). Puting beliung yang terjadi Sabtu dan Minggu menyebabkan puluhan rumah warga rusak. Selain meninjau lokasi bupati juga menjanjikan untuk memberikan bantuan melalui BPBD
SLEMAN- Angin puting beliung yang melanda kawasan barat Kabupaten Sleman selama dua hari, Sabtu-Minggu (14-15 Februari) diperkirakan menelan kerugian hingga ratusan juta. Meskipun tidak ada korban jiwa, puluhan rumah warga rusak, kandang ternak dan fasilitas umum porak poranda.Lokasi terparah akibat bencana tersebut terjadi di Pedukuhan Ban-tulan,Margokaton, Seyegan. Puluhan pohon tumbang menimpa rumah warga. Di antaranya, rumah milik Nur Ashari, Sukarjo, Sabar dan Tulimin. Sebagian besar tertimpa pohon melinjo.
Sepuluh rumah lain yang tertimpa pohon terjadi di Desa Margodadi. Di antaranya, Pedukuhan Grogol (Slamet Mulyono, Bonikem, dan Tuminah, rusak berat). Ketiganya tertimpa pohon jati. Di Pedukuhan Kandangan (Salim, Marto Tinoyo, dan Mardiwiyono, rusak berat kena pohon sengon). Sedangkan tiga rumah lain rusak ringan, masing-masing milik Marto Sudiman, Sarjiman, dan Karyanto.Sementara, di Pedukuhan Kadipiro Margodadi rumah rusak berat menimpa Ngadiman dan Nur Giyanto. Satu rumah lagi di Padukuhan Pete mengalami rusak ringan, milik Nanang S. Hingga kemarin (17/2), warga dibantu tim SAR, BPBD, dan relawan terlibat gotong royong memperbaiki rumah rusak. “Masyarakat harus selalu waspada menghadapi musim saat ini,” ujar Bupati Sri Purnomo saat meninjau lokasi kejadian kemarin.
Wilayah Seyegan memang termasuk saah satu kawasan langganan bencana angin kencang dan puting beliung. Hampir setiap tahun selalu terjadi kasus rumah rusak akibat tertimpa pohon yang terhempas angin.Karena itu, bupati mewanti-wanti warga agar siap sedia saat melihat gejala alam yang tidak seperti biasanya. “Kami sedang mengoordinasikan bantuan melalui BPBD,” katanya. (yog/din/ong)