GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
PENGEMBANGAN GEOPARK: Dari kiri, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Soerono, Gubernur Jatim Soekarwo, Gubernur DIJ Hamengku Buwono X, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan Bupati Gunungkidul Badingah.
JOGJA – Keberadaan Goa Pindul, Goa Sriti, Goa Jomblang, dan aset geopark di Gunungkidul (DIJ), Wonogiri (Jawa Tengah), dan Pacitan (Jawa Timur) bakal lebih ter kelola. Ini menyusul ketiga provinsi yakni DIJ, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, menandatangani MoU untuk mengelola pegunungan karst ter-sebut. Bahkan, tindak lanjutnya akan membentuk lembaga khusus lintas provinsi
Kepala Badan Geologi Kemen-terian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dr Surono mengatakan, agar bisa menda-patkan pengakuan UNESCO, pengelolaan harus dari bawah. Keanggotaan kawasan yang dinamai Geopark Gunungsewu dalam jaringan UNESCO ka-rena belum optimalnya kelem-bagaan pengelolaan. “Silakan kalau memang akan dibangun kelembagaan. Tapi ingat harus botton up, tidak top down,” pinta ahli geologi yang akrab disapa Mbah Rono ini usai penandatangan MoU tiga provinsi, di Kepatihan, Jogja, kemarin (17/2).
Mbah Rono mencontohkan, pengelolaan Goa Pindul yang banyak melibatkan masyarakat saat inilah yang harus di-kembangkan. Hanya saja, pe-ngelolaan tersebut harus di-tingkatkan kelembagaannya. “Seperti Goa Pindul, tapi harus dimaksimalkan,” sarannya. Jika pengelolaan dari masyara-kat, lanjut Mbah Rono, malah lebih menguntungkan masyara-kat. Perekonomian warga pun bisa terbantu maksimal jika op-timalisasi Geopark Gunungsewu ini terealisasi.
Gubernur DIJ Hamengku Buwono X mengatakan, peman-faatan Geopark Gunungsewu ini tak hanya untuk menjaga konservasi alam saja. Tapi, bermanfaat luas seperti wisata dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar, penelitian, dan ilmu pengetahuan. “Kegia-tan selanjutnya seperti konser-vasi akan sangat berdampak luas,” tambahnya.
Geopark Gungsewu adalah kawasan geografis yang terben-tang seluas 1.802 kilometer per-segi. Kawasan ini terdiri atas tiga zona, Gunungkidul (DIJ), Wonogiri (Jateng), dan Pacitan (Jatim). Geopark ini memiliki 33 situs warisan alam (30 geologi dan 3 situs nongeologi). Gubernur Jawa Timur Soekar-wo mengatakan, dengan MoU ini, diharapkan kerja sama lintas daerah bisa terjalin dengan baik. Ini bisa memaksimalkan geopark tersebut. Bahkan, Soekarwo ber-kelakar, kekayaan gunung karst di Pacitan sampai menghasilkan blue safir, sejenis batu akik yang kini sedang booming
. “Nanti akan saya bawakan. Blue safirnya sangat bagus,” ujar pejabat yang juga kader Partai Demokrat ini, disambut ger seluruh hadirin. Bupati Gunungkidul Badingah menambahkan, dengan kerja sama ini ia harapkan 13 geoside di bumi Handayani kian maju. Bahkan bisa jauh lebih maksimal dari pengelolaan yang selama ini sudah dilakukan masyarakat. “Masyarakat sudah dilatih untuk melestarikan bumi. Kami sudah mulai, tinggal optimalisasi saja,” kata Badingah. (eri/laz/ong)