RADAR JOGJA FILE
FANATIK: Ekpresi suporter PSIM Jogja saat memberikan dukungan kepada tim kesayangannya bertanding di Stadion Mandala Krida musim lalu.
JOGJA – PSIM Jogja sudah memaparkan Rancangan Anggaran Belanja (RAB) ke-pada PT Liga Indonesia (PT LI). Dalam verifikasi finansial Divisi Utama 2015 yang digelar di Jakarta kemarin (17/2), Laskar Mataram-julukan PSIM Jogja mengklaim menyiapkan dana Rp 4 miliar untuk menga-rungi kompetisi kasta kedua ini.Hal tersebut diungkapkan salah satu perwakilan PSIM dalam verifikasi finan-sial, Jarot Sri Kastawa. Pria yang di musim lalu menjabat Direktur Operasional PT Putra Insan Mandiri (PT PIM) tersebut mengatakan, dana Rp 4 miliar tersebut sudah dipaparkan ke PT LI selaku opera-tor kompetisi. “Ya kami sudah melakukan pemaparan laporan RAB ke PT LI. Kami menyatakan sekitar Rp 4 miliar telah kami siapkan untuk mengarungi kom-petisi musim 2015,” ungkapnya.
Namun, dana Rp 4 miliar ini dengan asumsi Laskar Mataram hanya be-rada satu grup dengan tim-tim yang berasal dari Pulau Jawa. Ya, selama dua tahun belakangan PSIM sama sekali tidak pernah ke luar Jawa. Hal ini membuat mereka hanya men-ghabiskan dana Rp 2, 5 miliar semusimnya.PSIM Jogja sangat berharap kembali tidak berada dalam satu grup dengan tim luar Pulau Jawa. Hal itu nampaknya akan ter-kabul mengingat banyaknya tim asal Jawa yang berpartisipasi di Divisi Utama.”Ya itu dengan asumsi kami tidak satu grup dengan tim luar Jawa sama dengan dua musim belakangan. Pastinya PSIM sangat berharap akan hal tersebut,” ucapnya.Terkait pembengkakan biaya dari Rp 2, 5 miliar ke Rp 4 miliar, hal itu dinilai wajar karena bengkaknya jumlah tim dalam satu grup. Jika musim lalun satu grup dihuni dela-pan tim, musim ini bisa ada sem-bilan klub per grup yang berjibaku memberebutkan tiket ke fase selanjutnya.
Dalam verifikasi finansial ini, Jarot dite-mani Sekretaris Tim Tofri Hilman. Meski-pun saat ini Jarot tidak lagi ada di susunan manajemen, pengalamannya mengelola PSIM memang sangat dibutuhkan saat perwakilan Laskar Mataram harus ber-hadapan dengan operator kompetisi.Di bagian lain, PSIM berhasil mencukur Prasojo Selection 5-1 dalam sebuah laga uji coba di Stadion Gelora Handayani, Jeruksari, Wonosari. Namun kemenangan ini belum menandakan adanya perbaikan di lini depan PSIM.Dihubungi usai pertandingan, Pelatih PSIM Jogja Seto Nurdianyatara mengata-kan terlalu banyak peluang yang disia-siakan oleh anak asuhnya. Karena itu dia merasa, ketajaman barisan juru gedor harus terus diasah. “Lini depan masih menjadi problem besar kami. Tentunya hal ini wajib dibenahi sebelum kompetisi mulai,” tegasnya. (nes/din/ong)