TANGAN DINGIN : Asisten Pelatih Persiba Bantul Sajuri Said menilai para pemain depan sudah menemukan kepiawaian dalam mencetak banyak peluang.
BANTUL-Persiba Bantul ber-hasil menampilkan performa luar biasa pada laga uji coba kon-tra Persinga Ngawi yang dihelat kemarin sore di Stadion Sultan Agung (SSA). Tanpa didampingi pelatih kepala Didik Listyantara yang harus menjalani kursus pe-latih lisensi C AFC, tim kebang-gaan Paserbumi dan Curva Nord Famiglia (CNF) tersebut menang dengan skor telak 4-0.
Mendominasi sejak awal pertan-dingan, Persiba mampu meng-gelontorkan empat gol tanpa mampu dibalas tim Laskar Alas Ketonggo-julukan Persinga Ng-awi. Gol-gol Laskar Sultan Agung-julukan Persiba Bantul diciptakan Yanuar, Dicky Firasat, Ryan Wa-hyu serta penggawa muda jebolan tim Persiba U-21 Sarjono.Sekilas skor ini seperti menan-dakan kalau Persiba sudah sang-at siap mengarungi kompetisi kasta kedua. Apalagi sehari se-belumnya, tetangga mereka PSS Sleman harus puas memetik hasil imbang 3-3 kala menjamu Persinga di Maguwoharjo Inter-national Stadium (MIS).
Namun Asisten pelatih Sajuri Said menyatakan, fakta tersebut tidak bisa dijadikan acuan anak asuhnya menunjukkan kesom-bongan. Ia melihat kesuksesan Persiba menang telak juga dise-babkan permainan Persinga yang berada di bawah performa terbaik.”Sepertinya mereka kelelahan setelah menjalani pertandingan super ketat dengan PSS. Karena itu wajar saja kalau kami menang telak,” kata pria yang pernah membawa Persiba juara Divisi Utama 2010/2011 saat menjabat sebagai pelatih kepala.Sajuri juga melihat, kerjasama antarlini Persiba belum berjalan dengan baik. Buruknya permai-nan Persinga juga membuat lini belakang Laskar Sultan Agung kurang mendapatkan ujian.
Tetapi Sajuri mengapresiasi performa lini depan yang men-urutnya sangat garang. Ya, ter-lihat, para pemain depan sudah menemukan kepiawaian dalam mencetak banyak peluang.”Yang namanya main sepak bola kuncinya ada di penciptaan peluang. Kalau peluang saja tak bisa dibuat itu jelas awal dari keka-lahan. Saya berharap performa ini ditingkatkan. Apalagi, saya melihat banyak juga peluang yang 80 persen gol gagal dikonversi,” jelasnya.
Sabtu (21/2) mendatang, Per-siba akan menghadapi PSS di MIS. Bagi Persiba pertandingan ini jelas bermakna lebih karena mereka ingin membuktikan diri sebagai tim DIJ yang lebih tangguh ketimbang PSS.”Tapi saya juga meminta anak-anak untuk tidak terbawa su-asana pertandingan derby. Ber-main lepas saja karena ini baru pra musim. Yang terpenting tujukkan permainan terbaik,” bebernya. (nes/din/ong)