KLH KULONPROGO FOR RADAR JOGJA
OLAH LIMBAH: Pemantauan IPAL di Gulurejo yang bersama dengan KLH Kulonprogo dan BLH DIJ, kemarin (18/2).
KULONPROGO – Para perajin batik di Lendah, kini memiliki instalasi pengolah air limbah (IPAL) komunal untuk limbah batik. Itu setelah proses pembangunan IPAL di Ngentakrejo dan Gulurejo selesai dibangun.IPAL dibangun di atas tanah kas desa Gulurejo atas prakarsa dan anggaran Badan Lingkungan Hidup (BLH) DIJ pada tahun 2014. Kapasitas IPAL sekitar 10 meter kubik ini diharapkan mampu menangani limbah yang dihasilkan oleh perajin yang tergabung dalam Asosiasi Perajin Batik Kulonprogo.
Ketua Asosiasi Umbuk Haryanto mengungkapkan pemeliharaan atau perawatan terhadap bangunan tetap harus dilaksanakan secara rutin agar kinerja dari IPAL tetap optimal. Untuk melihat efisiensi dari kinerja IPAL, tentunya harus dilakukan pengujian kualitas air limbah yang akan dibuang ke lingkungan atau badan air. Hal ini dilakukan untuk tetap menjamin bahwa air limbah tersebut telah memenuhi baku mutu air limbah walaupun telah diolah dalam instalasi. Setelah nanti dioperasionalkan maka pemeliharaannya akan menjadi tanggung jawab pengelola yakni asosiasi.
“Sistem yang digunakan pada IPAL ini adalah sistem grafitasi, sehingga diharapkan dapat meminimalkan biaya dalam masa operasionalnya,” ungkapnya.Walaupun saat ini belum dapat dioperasionalkan secara optimal. Tetapi adanya sarana pengolah limbah batik ini diharapkan akan mampu mengatasi permasalahan lingkungan yang ditimbulkan dari adanya usaha kegiatan produksi batik di Lendah. “Harapan lebih besar nantinya usaha batik di Kulonprogo dapat ditingkatkan produksinya tanpa menimbulkan permasalahan lingkungan,” terangnya. (tom/ila/ong)