RADAR JOGJA FILE
JURU GEDOR : Agung Suprayogi kembali mendapatkan kepercayaan untuk mengisi skuad PSS Sleman di musim kompetisi Divisi Utama 2015 ini. Ketajamannya dibutuhkan di lini depan tim berjuluk Super Elang Jawa ini.
SLEMAN – Perseteruan antara pelatih PSS Sleman Siswanto “Kancil” v manajemen akhirnya mencapai puncaknya. Ya, se-cara mengejutkan pria yang pernah membawa PPSM Mage-lang mencapai babak semifinal Piala Indonesia versi LPIS ter-sebut memilih mundur dari posisinya sebagai gaffer.Ya, pada laga PSS v Persinga Ngawi, Siswanto merasa kesal lantaran manajemen PSS mela-kukan intervensi terhadap per-gantian pemain. Rudi “Bogel” Setiawan yang sejatinya sangat ingin dipantaunya justeru hanya bermain lima menit.
Itu dika-renakan kemauan manajemen melihat performa Johan Arga.Kata dia itu hanyalah sebagian kecil dari bentuk campur tangan manajemen ke bidang teknis. Ada beberapa hal lagi yang se-dikit membuatnya tidak berkenan.Namun, Direktur Teknis PSS Arif Juliwibowo membantah kalau pengunduran diri Sis-wanto disebabkan oleh friksi yang terjadi antara pelatih v manajemen. Sosok yang akrab disapa dr. Arif tersebut alasan keluarga merupakan latar bela-kang kepergian Siswanto.”Ya, Pak Siswanto baru saja men-gundurkan diri dari jabatan se-bagai pelatih kepala. Dia berala-san tidak bisa fokus melatih PSS karena alasan keluarga,” kata pria yang juga pernah menjadi Mana-jer Sleman United (SU) ini.
Namun anehnya, hanya bebe-rapa saat setelah Siswanto mun-dur, manajemen PSS malah mengaku sudah mendapatkan pelatih baru. Hal ini menguatkan dugaan kalau Siswanto memang sengaja disingkirkan.Sayangnya, manajemen PSS masih enggan menyebut siapa sosok pengganti Siswanto. Dr Arif hanya mengatakan, pelatih ini sudah cukup malang melintang di persepakbolaan Indonesia. Lisensinya pun sudah A AFC. “Kami sudah mendapatkan peng-ganti Pak Siswanto.
Namun saat ini saya belum bisa membeber-kan siapa orangnya,” jelasnya.Yang jelas, pelatih baru ini bakal diperkenalkan pada pertan-dingan uji coba antara PSS v Persiba Bantul di Maguwoharjo International Stadium (MIS). Ada juga kemungkinjan pem-besut anyar ini juga mendampingi Rasmoyo dkk kala menjajal ke-kuatan Laskar Sultan Agung.”Bisa saja pelatih baru kami ini sudah mendampingi anak-anak pada laga lawan Persiba. Namun dia belum meracik strategi, Men-dampingi bisa di benchi tapi juga bisa di tribun,” terangnya.
Di bagian lain, manajemen PSS sudah bisa melakukan perikatan dengan 10 pemain. Empat pemain lama, Herman Batak, Gratheo Hadi, Rasmoyo, dan Dicky Pra-yoga sudah siap kembali mem-bela Super Elja. Adapun enam lainnya adalah pemain-pemain bari antara lain Agung Supra-yogi dan Asmi Aswibi. “Bersyukur sudah ada 10 yang diikat. Besok (hari ini, Red) kami kedatangan dua stopper Herry Prasetya dan Elvin Nelson,” katanya.
Soal laga lawan Persiba, Ketua Panpel Edyanto menyatakan pihaknya bakal mencetak 20 ribu tiket. Ada dua kategori har-ga yang dilepas Panpel ke Loket yakni Rp. 15 ribu dan Rp. 20 ribu. “Melihat gengsi yang tersaji pada pertandingan ini, saya sangat berharap MIS akan dip-enuhi para suporter,” ungkapnya.
Di kubu Persiba Persiba Bantul evaluasi juga akan dilakukan jelang laga uji coba ini. Meskipun saat menghadapi Persinga Nga-wi Rabu (18/2) Nopendi dkk menang telak 4-0, ada beberapa titik lemah yang masih mneg-hinggapi tim asuhan Didik Listyantara ini. Khususnya di lini tengah. Pergerakan pemain dan rotasi pemain di lini ini be-lum sepenuhnya berjalan dengan baik. Karena itu, dalam laga uji coba besok, lini tengah akan menjadi perhatian serius.
Bagi Persiba pertandingan ini jelas bermakna lebih karena mereka ingin membuktikan diri sebagai tim DIJ yang lebih tangguh ketimbang PSS.”Tapi saya juga meminta anak-anak untuk tidak terbawa suasana pertandingan derby. Bermain lepas saja karena ini baru pra musim. Yang terpenting tujuk-kan permainan terbaik,” kata asisten pelatih Persiba Bantul Sajuri Said. (nes/din/ong)