JOGJA – Selama Februari ini, tim penyidik hibah Persiba bekerja ekstra cepat. Kejati DIJ ingin berkas perkara tersangka Maryani dan Dahono segera rampung, sehing-ga dapat diserahkan ke jaksa penuntut umum (JPU, kemudian diteruskan ke pengadilan. Untuk merealisasikan itu, tim penyidik secara maraton me-manggil saksi dan tersangka untuk melengkapi berkas dua tersangka tersebut.
“Penyidik tidak menemukan kesulitan. Pelimpahan ini molor dari jad-wal, karena penyidik diminta jaksa penuntut agar memisahkan berkas dua tersangka tersebut,” kata Asisten Pidana Khusus Ke-jati DIJ Azwar SH kemarin.
Menurutnya, pemisahan itu dila-kukan karena peran para tersang-ka berbeda. Selain itu, keduanya berada di institusi berbeda. Ma-ryani sebagai direktur PT Aulia Trijawa Mandiri yang selama ini melayani pengadaan barang dan jasa dari Persiba. Sedangkan Da-hono merupakan bendaraha Per-siba. “Saat ini tim penyidik tinggal memoles ulang berkas tersangka Mr dan Dhn,” tambah Azwar.
Azwar menerangkan, pemisa-han berkas ini atas permintan JPU. Sesuai Pasal 142 KUHAP, JPU memiliki kewenangan untuk melakukan pemecahan berkas perkara dari satu berkas perka-ra menjadi beberapa berkas perkara. Pemisahan ini untuk memudahkan jaksa ketika pro-ses pembuktian di persidangan mendatang. Sebab, peran kedua tersangka berbeda.”Sangkaan jaksa adalah adanya belanja fiktif yang diduga dila-kukan antara bendahara I dan rekanan,” papar Azwar.
Dalam penyidikan, tim penyi-dik mengendus transaksi ako-modasi yang fiktif dalam partai tandang yang dilakoni klub ber-juluk Laskas Sultan Agung itu. Padahal, pada laga tandang, seluruh akomodasi sudah ditang-gung klub tuan rumah. “Lengkap-nya nanti akan dibuktikan di persidangan,” papar Azwar.
Kasi Penerangan Hukum Ke-jati DIJ Zulkardiman SH men-gatakan, penyidik tidak dapat menargetkan kapan kasus Per-siba akan dilimpahkan. Sebab, pekan depan tim penyidik ma-sih harus memeriksa saksi dan tersangka Dahono dan Maryani.Dalam perkara ini, kejati me-netapkan empat orang sebagai tersangka. Pada 18 Juli 2013, ke-jati semasa kepemimpinan Suyadi menetapkan Ketua Umum Persiba HM Idham Samawi dan Kepala Kantor Pemuda dan Olah-raga Pemkab Bantul Edy Bowo Nurcahyo sebagai tersangka.
Setahun kemudian kejati mene-tapkan Direktur PT Aulia Trijaya Mandiri Maryani sebagai ter-sangka. Maryni ditetapkan se-bagai tersangka pada 23 Oktober 2014. Sedangkan Bendahara I Persiba Dahono ditetapkan se-bagai tersangka pada 12 Desem-ber 2014. (mar/jko/ong)