BANTUL – Hampir sepekan melakukan pengejaran, Polres Bantul berhasil mengendus keber-adaan Rth yang diduga sebagai dalang kasus penyekapan dan penyiksaan terhadap, LA, 18. Polisi juga sudah mengetahui keberadaan empat pelaku lainnya. “Makanya, kami minta mereka menyerahkan diri saja,” tegas Kapolres Bantul AKBP Surawan, kemarin (19/2).
Untuk memburu lima pelaku yang masih buron ini polres me-nerjunkan sepuluh personel. Selain itu, polres juga berkoordinasi dengan polsek dan polres lain. Ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan para pelaku melari-kan diri ke daerah lain. Dari sembilan pelaku, empat di antaranya telah diamankan. Mereka adalah Nk, Ic, Wr, dan Pd. Dari empat pelaku ini, kata Surawan, Nk masih di bawah umur. Hanya saja, berdasar hasil pemeriksaan, justru Nk lah yang berperan me-masukan botol minuman keras yang diolesi lotion handbody ke dalam kemaluan LA. Tak hanya itu, Nk juga yang mengoles lem di kemaluan La setelah memasuk-kan botol. “Ngakunya disuruh Rth,” tandasnya.
Dia menegaskan, Nk tetap akan diproses dan mendapatkan hu-kuman, meskipun usianya masih 16 tahun. Hanya saja, prosedur penanganan Nk ini mengacu ketentuan undang-undang per-lindungan anak. Kasat Reskrim polres Bantul AKP Kasim Akbar Bantilan memastikan jumlah pelaku penyekapan dan penyiksaan ini sembilan orang. Dari 10 orang yang diduga terlibat, satu di antaranya ternyata tidak terbukti ikut melakukan perbuatan sadis ini. Di sisi lain, Mar, ibu Wr mengaku terkejut putri keduanya ikut terlibat dalam penyekapan dan penyiksaan terhadap LA. Dia beralasan selama ini dia sudah mendidiknya dengan baik.
Menurutnya, Jumat (13/2) pagi Wr berpamitan pergi ke sekolah dijemput salah satu temannya yang belakangan diketahui ber-nama Pd. Hingga Jumat sore Wr belum pulang. Sekitar pukul 18.00 Wr mengirimkan pesan pendek kepada keluarga. “Dia bilang takut pulang ke rumah karena dikejar polisi,” ungkapnya.Setelah membujuknya, Wr lantas diajak pulang. Empat hari kemudian, Wr baru diantar keluarganya ke Mapolres Bantul untuk menyerahkan diri. “Takut kalau dia tak bisa ikut ujian akhir. Prestasinya di sekolah juga cukup baik,” tuturnya.Berbeda dengan Mar, orangtua Pd masih tampak sangat shock. Perem-puan paruh baya itu hanya menangis kala mengantarkan anaknya ke Mapolres Bantul. (zam/din/ong)