GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
ATRAKTIF: Marching band Akademi Militer Canka Lokananta ikut memeriahkan pameran Alut sis ta di halaman JCM, kemarin (22/2). Foto atas, anak-anak naik kendaraan tempur yang dipamerkan.
SLEMAN – Halaman Jogja City Mall (JCM) di Jalan Magelang Km 5 kemarin (23/2) te-rasa istimewa. Ratusan orang berjubel un-tuk melihat kirab marching band Akademi Militer Canka Lokananta, Magelang di areal pusat perbelanjaan itu. Para taruna Akmil dengan apik memainkan peralatan marching band yang mereka bawa. Sejumlah lagu dialunkan, beberapa di antaranya sudah tidak terlalu asing di telinga masyarakat. Tidak hanya kompak, para taruna yang ham-pir semuanya berbadan atletis itu juga lihai dalam beratraksi di depan pengunjung
Meski membawa peralatan yang berat, mereka tetap bias gesit dengan meliuk-liukkan tubuhnya. Penonton pun terhibur hingga beberapa kali bertepuk tangan.Penampilan para taruna Akmil itu untuk memeriahkan pame-ran alat utama sistem persenja-taan (Alutsista) yang digelar oleh Korem 072/Pamungkas Jogja-karta. Pameran berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (22/2).
Pameran ini juga menyita per-hatian pengunjung, terutama kalangan anak-anak dan remaja. Anak-anak pun bisa melihat langsung hingga naik ke ken-daraan tempur yang dipamerkan. Salah satu kendaraan berat yang jadi idola anak-anak adalah Bush Master milik Kopassus.
Selain pengunjung biasa se-perti Doni, juga tampak belasan siswa SMA yang diajak untuk melihat langsung ke dalam ken-daraan. “Kendaraan perang yang bagus, punya senjata di depan dan belakang,” ujar Doni, seorang bocah ketika ditanya tanggapan-nya setelah naik Bush Master.Bush Master itu memang men-jadi salah satu dari beberapa kendaraan serta persenjataan milik TNI serta Polri yang dipa-merkan. “Yang dipamerkan memang tidak semua Alutsista TNI AD. Kendaraan baru yang dimiliki TNI seperti tank Leopard atau Marder tidak dipamerkan karena tidak berada di wilayah Kodam IV/Diponegoro,” ujar Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Sabrar Fadhilah.
Meski tidak semua Alutsista yang dimiliki TNI AD dipamer-kan, tetap saja menarik minat masyarakat. Salah satunya ken-daraan Bush Master yang be-rada di Grup-2 Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura. Menjadi istimewa, karena di Indonesia hanya terdapat tiga unit ken-daraan Bush Master. Selain di Kartasura, Bush Master ini juga terdapat di Serang serta Jakarta. “Bush Master ini dipergunakan untuk pertempuran di kota, bisa menjadi pendobrak serta antiranjau,” terang anggota Grup-2 Kopassus Kandang Men-jangan Praka Imam Supriyadi di sela-sela pameran.
Kendaraan buatan Australia ini juga dilengkapi perlengkapan tenda, alat masak serta penam-pungan air. Serta dilapisi dengan baja antipeluru. Praka Imam yang merupakan pengendara Bush Master menambahkan, ken-daraan ini juga dilengkapi dua persenjataan yang berada di de-pan dan belakang. “Kendaraan ini efektif untuk pergerakan satu regu mandiri,” terangnya.
Selain Bush Master, terdapat pula kendaraan tempur lain yang ditampilkan seperti Panhard, Anoa, hingga replika pesawat milik TNI AU atau torpedo laut dan selongsong Amo milik TNI AL. Terdapat pula rantis Bara-kuda milik Polri. Selain kendaraan dan persen-jataan, dipamerkan pula kompor serba guna dan kompor gendong perorangan lapangan untuk lo-gistik pasukan. “Kami memang ingin memperlihatkan senjata ringan maupun berat serta ken-daraan perang yang sebagian besar dibuat anak-anak Indo-nesia sendiri,” ungkap Fadhilah.
Jenderal bintang satu ini me-nambahkan, melalui pameran pihaknya ingin mendekatkan TNI dan rakyat. Menurut dia, ke-manunggalan TNI dan rakyat merupakan kunci untuk men-jaga kedaultan Indonesia. Dengan menggelar pameran Alutsista di tempat keramaian, dirinya juga berharap masyarakat makin mengenal TNI. “Tentunya sema-kin mengenal akan semakin be-sar kecintaan pada TNI,” tuturnya.Selain itu melalui pameran Alutsista tersebut juga sebagai pertanggungjawaban TNI ke masyarakat. Alutsista yang di-miliki TNI saat ini, jelasnya, juga berasal dari keringat ra-kyat. (pra/laz/ong)