FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
MASIH SAMA: Jalan Sentot Ali Basah, tepatnya di depan Kantor Dinas Pendidikan, belum ada aktivitas pembangunan.
MAGELANG – Para pedagang kaki lima (PKL) Kawasan Jalan Majapahit mulai ragu. Ini terkait soal kebijakan Pemkot Magelang yang dijanjikan.Rencana merelokasi ke Jalan Sentot Ali Basyah, Meteseh, Ke-lurahan Magelang dianggap hanya janji kosong. Mengingat rencana yang akan dilakukan akhir Mei mendatang, belum terlihat tanda-tanda soal pembangunan shelter.”Sampai saat ini, kami belum lihat ada pembangunan di Jalan Sentot Ali Basah, kalau rencananya mau dibangun shelter. Sosialisasi juga belum ada,” kata salah satu PKL Jalan Majapahit yang enggan namanya dikorankan, kemarin (22/2)
Ia mengaku, tidak terkejut dengan wacana relokasi. Ter utama bagi PKL di Jalan Majapahit. Karena, sudah menjadi acara tahunan, keberadaan mereka digadang-gadang akan dipindah.”Kami juga heran, karena be-gitu ada info mau relokasi, tapi di lapangan kami cek belum ada apa-apa di Jalan Sentot Ali Basah. Ini kan jadi tidak jelas,” keluhnya.Pantauan koran ini, di Jalan Sentot Ali Basah, tepatnya di depan Kantor Dinas Pendidikan Kota Magelang, belum ada aktivitas pembangunan sampai sekarang ini. Di situ memang ada sejumlah material bangunan. Seperti batu dan pasir, tapi se-jumlah warga menilai, material itu hanya bongkar muatan truk pasir.”Seringkali hanya dijadikan bongkar muat, karena truk pasir kan nggak boleh masuk kota. Saya belum dengar kalau mau dibangun shelter PKL,” tutur Dewi Muryani, salah satu warga Meteseh.
Kepala Seksi Penataan PKL, Dinas Pengelola Pasar (DPP) Kota Magelang Marjinugroho menjelaskan, relokasi sekitar 60 PKL di Jalan Majapahit baru akan dilaksanakan sepanjang pembangunan shelter di Jalan Sentot Ali Basah tuntas dilakukan.Menurut rencana, pembangu-nan dilakukan dalam waktu dekat dan perkirakaan selesai pada akhir Mei mendatang.”Yang jelas PKL baru akan pindah setelah shelter jadi. Per-kiraanya akhir Mei nanti,” ung-kapnya.Data di pihaknya, ada 56 PKL yang akan direlokasi. Dari jum-lah itu sudah diklasifikasi. Tujuh di antaranya pedagang kuliner dan 49 lainnya pedagang barang dan jasa.”Yang kuliner kami tempatkan di Sigaluh dan alun-alun (Tuin van Java). Sedangkan ke-49 PKL lainnya ditempatkan di Jalan Ali Basah Sentot, ditambah 12 PKL yang sudah lebih dulu berada di kawasan itu. Sehingga totalnya ada 61 PKL di tempat relokasi,” tandas Marjinu. (dem/hes/ong)