KULONPROGO-Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kulonprogo digelontor bantuan Rp 1 Miliar. Bantuan itu sekaligus ujian bagi dinas terkait, apakah mampu memanfaatkan bantuan itu sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan pengusaha UKM atau tidak. “Bantuan itu dimanfaatkan untuk latihan para calon pengusaha UKM sekaligus pendampingan. Jadi, bantuan yang diberikan bukan berupa dana,” terang Deputi Bidang Peningkatan SDM Kementrian Koperasi dan UKM Prakosa Budisusetya kemarin (22/2).Prakosa menjelaskan, di luar sana ada pembangunan bandara. Namun, rakyat hanya menjadi penonton pesawat. Padahal investor atau pengusahanya dari luar daerah. Dan itu tidak boleh terjadi di Kulonprogo DIJ. “Kami akan sesuaikan.
Untuk warga atau UKM di sekitar pelabuhan yang dilatih bukan nelayannya. Nelayan mencari ikan di laut. Maka, yang dilatih berwirausaha istri nelayan atau anggota keluarga lainnya,” jelasnya.Menurut Prakosa, siapa saja boleh menggunakan dana ini dengan syarat ikut pelatihan dan ada usaha. Setiap pengusaha kecil bisa mendapat bantuan maksimal Rp 25 juta sesuai kebutuhan usahanya. “Kalau kami latih, kami beri modal, kami beri pendampingan kok ternyata tidak berhasil, ya kebangeten,” tegasnya. Prakosa berpesan, agar jenis pelatihan disesuaikan dengan potensi. Selain itu, pendampingnya juga harus dipilih orang yang tepat. “Yakni yang tahu memilih orang yang tepat pejabat di sini mestinya,” imbuhnya
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kulonprogo Sri Harmintarti menambahkan, sebagai tindak lanjutnya telah digelar pelatihan akhir pekan ini dengan jumlah peserta mencapai 400 peserta. Tujuannya untuk me-ningkatkan kemampuan berwirausaha dan membuka peluang usaha. “Jenis pelatihan di antaranya bidang perikanan, pengolahan buah, menjahit pakaian tradisional, konveksi, batik tenun,” ujarnya.Wakil Bupati Kulonprogo Suteja berharap keberhasilan program ini. Indikasinya peserta bisa membuka peluang usaha dan dapat pendampingan secara baik. (tom/din/ong)