FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
SEMUA AKTIF: Proses belajar mengajar yang dilakukan langsung. Seorang guru terlihat aktif bertanya pada murid SD Mutual.
MAGELANG – SD Muhammadi-yah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang kembali mendapat kunjungan. Kali ini, dari 120 guru SD/MI Muhammadiyah se-Kota Semarang. Mereka berasal dari 18 sekolah dasar (SD) dan satu Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhamadiyah.”Maksud studi banding ini, kami ingin me-refreshment kembali kapabilitas guru SD Muhamadiyah. Kami memberikan wawasan agar guru punya kompetensi memadai,” kata Ketua Majelis Didaksmen PCM Ngalian Kota Semarang Drs Karnadi Hasan MD Sabtu (21/2).Dikemukakan, rombongan kali ini adalah Forum Komunikasi Guru SD/MI Muhamdiyah se-Kota Semarang
Ini sangat penting bagi pihaknya untuk melihat bagaimana proses belajar mengajar SD Mutual di-jalankan. Selama di Magelang, mereka belajar ketrampilan me-manage kelas, membimbing, dan memimpin pembelajaran.”Kualifikasi Guru Muham-madiyah adalah wajib ber-pendidikan minimal S1. Setelah kriteria ini dipenuhi, sekarang fokus Majelis Didaksmen adalah meningkatkan mutu dan wa-wasan guru,” tegasnya.Dosen Ilmu Tarbiyah dan Ke-guruan UIN Semarang ini mene-gaskan, guru Muhamadiyah tidak boleh kalah dengan guru lain.”Kami ingin membangun sinergi. Manajemen kami tersentral di bawah Didaksmen Muhamadiyah. Kami menerapkan manajemen satu atap, namun belum seban-ding SD Mutual,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Mutual H Salamun SAg MP-dI mengatakan, ke-120 guru tersebut dibagi ke dalam enam kelompok. Mereka masuk ke dalam kelas-kelas untuk meng-ikuti proses belajar mengajar secara langsung. Mereka secara aktif bertanya pada guru dan murid, terkait materi pelajaran dan model pembelajaran yang digunakan.”Kami berdialog untuk ber-bagi ilmu dan pengalaman. Kami saling asah, asih, dan asuh serta adap dan adop,” tandas Salamun. (dem/hes/ong)