JOGJA – Pelaksanaan pemilihan bupati (pilbup) tiga kabupaten di DIJ yakni Sleman, Bantul, dan Gunungkidul, tinggal sebulan lagi. April mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah akan memulai tahapan awal pesta demokrasi ini. Mekanisme pelaks-anaan nanti pun tak berbeda jauh dari se-belumnya. Di UU No 1 Tahun 2014 tak ba-nyak berubah. Termasuk dengan formasi calon bupati dan calon wakil bupati, masih berpasangan seperti sebelumnya.Ini otomatis membuat peluang partai po-litik untuk berkoalisi. Hal ini ternyata sudah menjadi kajian dari Koalisi Merah Putih (KMP). Gabungan tujuh parpol yakni Gerindra, Gol-kar, PAN, PKS, PPP, PBB, dan Partai Demokrat memastikan akan tetap bersatu.”Yang jelas tetap berkoalisi,” tandas anggota Presidium KMP DIJ Sukamta kemarin (23/2).Ketua DPW PKS DIJ ini menegaskan, un-tuk mekanisme pengusungan, masih me-nanti penyusunan di pusat
Hanya saja, yang sudah jelas KMP bertekad menguasai per-tarungan pilbup di semua dae-rah. “Targetnya sapu bersih. Pembagiannya, menunggu ha-sil musyawarah terakhir,” im-buhnya.Untuk mekanisme pengu-sungan ini, kata anggota DPR RI ini, kemungkinan besar bagi-bagi kekuasaan. Artinya, dalam mengusung calon KMP tetap satu koalisi. “Pembagian-nya yang masih perlu dibahas,” ujarnya.
Mekanisme pembagian ke-kuasaan ini, sambung Sukamta, yang jelas memperhatikan faktor ketokohan. Artinya, KMP dalam bertarung di pilbup nanti akan mengusung tokoh-tokoh yang telah dikenal masyarakat. Tidak asal membagi jatah tersebut ke parpol anggota KMP.Sekadar diketahui, jelang pilbub sudah mulai bermunculan tokoh-tokoh yang akan maju di tiga kabupaten. Di Sleman, mantan calon bupati (cabup) 2010 Bu-giakso sudah mulai menyo-sialisasikan bertarung kembali. Jika ia memilih kendaraan KMP, bakal bertarung dengan Sri Purnomo yang merupakan kader PAN.Di Bantul juga telah muncul.
Keponakan mantan Presiden Soeharto, Aryo Winoto, digadang-gadang telah mendekati Gerindra dan PPP. Sedangkan di Gunung-kidul ada banyak nama seperti Subardi, mantan Kajari Kota Jogja Kardi, juga Wabup Imma-wan Wahyudi yang menjadi Ketua DPW PAN DIJ.Keberadaan KMP di pilbup ini memang akan membuat per-tarungan kian panas. Sebab, di UU tersebut menghapus pelak-sanaan dua putaran. Kemenangan pun tak menggunakan batasan persentase. Komisioner Divisi Pendidikan, Sosialisasi dan Humas KPU DI Farid Bambang Suswantoro mengatakan, berapa pun selisih suara yang dihasilkan sangat menentukan.”Karena tidak ada putaran ke-dua,” katanya. (eri/laz/ong)