GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
KETAHUAN BOLOS: Salah seorang siswa diinterogasi petugas Dinas Ketertiban Kota Jogja dalam operasi pembinaan bagi pelajar yang bolos kemarin (23/2).
JOGJA – Untuk mengantisipasi banyaknya siswa-siswi sekolah yang berkeliaran di luar pada saat jam belajar (sekolah), Dinas Ketertiban (Dintib) Kota Jogja menggelar razia atau operasi pembinaan kemarin (23/2). Sasaran operasi adalah pelajar yang bolos sekolah.Dalam melakukan razia, dintib tak sendirian. Dibantu Polresta Jogja, mereka mendatangi tempat-tempat keramaian, warnet, dan game online.
Setidaknya, dalam razia ini berhasil mengamankan satu pelajar SMA. Pelajar tersebut diamankan saat berada di Lapangan Jetis. Saat didapati petugas, siswa yang mengenakan kaus dan celana panjang seragam sekolah itu membawa gir yang diberi tali pengikat, dan gir yang ada pegangannya. “Satu pelajar terpaksa kami bawa, karena kedapatan membawa senjata tajam, jenis gir,” kata Kepala Bidang Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Dintib Kopta Jogja Sukamto kemarin (23/2).
Karena Dintib Kota Jogja tidak memiliki kewenangan dalam penindakan, siswa tersebut dibawa ke Polresta Jogja untuk proses selanjutnya. “Biar polresta yang nangani,” ujarnya.Selain menangkap satu pelajar yang membawa senjata tajam, dalam operasi yang dilakukan di kawasan Jogja Utara dan Selatan tersebut, juga menemui pelajar yang membolos.Terdapat dua pelajar tingkat SMA yang membolos jam sekolah, dan berada di game online dan wanet. Keduanya diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya. “Surat tersebut nantinya akan dikirimkan ke sekolah siswa dan ke dinas pendidikan,” jelasnya.
Dengan dikirimkan surat pernyataan itu ke sekolah, diharapkan ada pembinaan lebih lanjut terhadap siswa yang bersangkutan. “Untuk pemberian sanksi, nanti dari sekolah, misal dengan poin pelanggaran yang diberikan,” terangnya.Menurut dia, selama Februari ini pihaknya akan mengintensifkan operasi penertiban pelajar membolos. Lokasinya sengaja dipilih, yang biasa menjadi tempat pelajar membolos, seperti game online, warnet dan tempat tongkrongan lainnya. Razia dilakukan atas inisiatif dintib untuk mengurangi risiko kekacauan. “Pelajar yang berkumpul di luar pada saat jam-jam sekolah ini yang bisa menimbulkan kerawanan. Makanya harus kami minimalisasi,” terangnya.
Staf Pembinaan Masyarakat Din-tib Kota Jogja Murjoko menam-bahkan, operasi pelajar bolos ini juga untuk mengantisipasi tawu-ran, dan meningkatkan kedisipli-nan siswa. Menurut dia, operasi tersebut sudah rutin dilakukan, meski tidak semuanya menda-pati ada pelajar bolos. “Operasi ini juga untuk menciptakan suasana kondusif, dan mendukung predikat Jogja sebagai Kota Pela-jar,” tuturnya. (pra/jko/ong)