Rencana Anggaran Rp 1,4 M, Terpangkas Jadi Rp 260 Juta

JOGJA – Launching logo Jogja Is-timewa yang akan berlangsung 7 Maret mendatang dipastikan akan mengirit dana APBD. Rencana ang-garan Rp 1,4 miliar pun terpangkas hanya menjadi Rp 260 juta. Ini ka-rena saat peluncuran logo itu ber-barengan dengan peringatan peno-batan Sri Sultan Hamengku Buwo-no X menjadi raja.Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIJ Tavip Agus Rayanto menjelaskan, dengan konsep pisowanan agung, peluncuran logo Jogja Istimewa menghemat jauh anggaran. Jika se-mula konsep acara launching hanya mengharapkan kreativitas pengisi acara, di acara ini berbeda
“Banyak mengandalkan par-tisipasi masyarakat,” ujar Tavip usai rapat koordinasi acara launching Jogja Istimewa di Ge-dong Pracimosono, Kepatihan, Jogja, kemarin (24/2).Tavip menjelaskan, dengan konsep pisowanan agung ini, masyarakat akan banyak terlibat. Baik secara personal maupun perusahaan-perusahaan, swasta maupun milik daerah. “Sekarang masih kami hitung, BUMD me-nyumbang berapa?” tambahnya.Ia mengungkapkan, biaya Rp 260 juta juga mereka lelangkan. Ini karena anggaran sudah me-lebihi batas penunjukan langs-ung Rp 200 juta. “Untuk kebutuhan pokok acara. Itu bersumber dari Dana Keistimewaan,” ujarnya tanpa menjelaskan detail penggunaan anggaran Rp 260 juta itu.
Rencana awal launching akan banyak melibatkan pakar mar-keting Hermawan Kertajaya. Pemilik Mark.plus itu yang akan banyak berperan dalam launching logo tersebut. Tapi, dengan ada-nya penolakan logo hasil desain-nya, karena dibaca menjadi toqua, kini berubah.Termasuk dengan rencana launching. Sama seperti redesain logo, dengan melibatkan masy-arakat DIJ. Mereka diharapkan ikut nyengkuyung launching bran-ding baru dari Jogja Never Ending Asia menjadi Jogja Istimewa.
Pada acara pisowanan agung ini, menghadirkan utusan dari masing-masing kabupaten dan kota. Bupati dan wali kota wajib mengirimkan lima kontingen kesenian kolosal. Itu pun, tiap kontingen minimal harus mem-bawa 50 orang.Selain itu, menurut Ketua Pa-nitia Ichsanuri, tiap kabupaten dan kota juga wajib membawa tumpeng. Jumlahnya sesuai ke-camatan dari masing-masing kabupaten dan kota. “Kalau Kota Jogja ya membawa 14 tum-peng, sesuai jumlah kecamatan-nya,” tambah Sekretaris Pro-vinsi (Sekprov) DIJ ini saat mem-bacakan rencana pisowanan agung itu.
Pisowanan sesuai rencana pu-kul 14.00 sampai 16.00. Tiap kontingen akan mulai berjalan kaki dari Taman Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali dan finish di Pagelaran, Keraton. “Akomo-dasi, transportasi, dan konsum-si menjadi tanggung jawab masing-masing kabupaten dan kota,” lanjutnya.Saat pisowanan agung ini, se-lain ada penyerahan logo dan tagline Jogja Istimewa, juga ada acara lain. Dari Kantor Pos Ca-bang Jogjakarta akan meminta tanda tangan HB X untuk pel-uncuran prangko Jogja Istimewa. (eri/laz/ong)