MUNGKID – Penambang alat berat dari berbagai wilayah di Jateng melangsungkan aksi men-datangi Pemprov Jateng di Se-marang. Penambang alat berat berangkat dari Magelang menuntut izin penambangan segera diturunkan. Selain itu, penambang alat berat juga menuntut soal keten-tuan tonase truk pengangkut pasir bisa dilonggarkan.Sutarno, salah satu penambang alat berat dari Magelang men-jelaskan, selain 200 truk pasir, 60 mobil kecil, dan 30 kendara-an bermotor juga ikut aksi di Semarang. Mereka menuntut masalah tonase dan proses pe-rizinan penambangan bisa di-permudah.
Yang jelas, soal izin penambangan ini akan mem-pengaruhi masyarakat kecil. Di wilayah Kemiren, Srumbung, mayoritas warga merupakan pencari pasir dengan tujuan membuat kantong-kantong dan membantu reklamasi erupsi Merapi 2010.”Dengan alasan ini, kami ke gubernur bersama dengan ber-bagai rekan dari Temanggung, Boyolali, Kendal, Semarang, dan lainnya,” kata Sutarno kemarin (23/2).
Selama ini, truk pasir hanya boleh mengangkut 3,7 kubik pasir, dinilai kurang menguntungkan. Karena terlalu sedikit, pihaknya meminta kelonggaran bisa mengangkut enam kubik pasir sekali muat.”Biaya pasir saja di Merapi sudah Rp 100 ribu dan sampai Semarang sebesar Rp 215 ribu. Ini tidak cu-kup untuk tranportasi,” paparnya.Ia juga menjelaskan, ada 37 pengajuan izin penambangan dari Magelang. Mereka mengaju-kan ijin tiga minggu yang lalu. Meski begitu, hingga kemarin izin belum juga turun.”Untuk membahasnya, kami menghadap lagi Rabu besok (25/2) untukaudiensi bersama guber-nur dan DPR. Kami berbagi penga-laman bersama penambang di wilayah lain,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Magelang Zaenal Arifin menyatakan, per-masalahan izin penambangan di Kabupaten Magelang sudah selesai. Hanya, pihaknya menung-gu rekomendasi dari BBWSSO. Setelah muncul peraturan baru, kini kewenangan perizinan per-tambangan ada di Pemprov Jateng.Untuk pembagian kewenangan-nya, Pemkab Magelang belum mengetahui. Bupati menegaskan, ia tidak main-main soal pener-tiban penambangandi sekitar Merapi.”Intinya, kami tidak main-main soal penambanngan,” katanya. (ady/hes/ong)