GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
MUSIBAH: Petugas dan warga saat mengevakuasi Suhardi Martaya, korban tewas tertimpa pohon asem di depan RS Bethesda, Jogja, kemarin (23/2).
JOGJA – Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda sebagian besar DIJ kemarin sore (23/2) mengakibatkan banyak pohon besar tumbang dan memakan korban jiwa. Korban meninggal dunia adalah pengen-dara sepeda motor yang tertimpa pohon asem besar di depan RS Bethesda Jogja. Korban atas nama Suhardi Martaya, war-ga Bumijo, Jetis, Jogja. Jenazah langsung dibawa ke RS Sardjito untuk dilakukan pe-meriksaan forensik. Selain korban tewas, pengendara lain bernama Suparno, warga Joganalan, Klaten, juga mengalami luka parah tertimpa pohon yang roboh itu, se-hingga harus dirawat di RS Bethesda.Tumbangnya pohon asem setinggi lebih 10 meter itu juga menimpa satu mobil Ki-jang Innova AD 8848 RC yang tengah parkir di tepi jalan
Beruntung mobil dalam ke-adaan kosong, sehingga pe-numpangnya selamat. Meski demikian, mobil dalam kondisi ringsek alias rusak cukup parah.Informasi yang dihimpun, hujan disertai angin kencang cukup terasa sekitar pukul 14.30. Derasnya hujan disertai angin itu membuat pohon rimbun di sekitar RS Bethesda tak mampu menahan terpaan goyangan. Akibatnya, pohon asem besar tumbang hingga melintang ke jalan raya. Naas, beberapa pengendara motor yang kebetulan lewat, tertimpa pohon itu. Warga segera melakukan pertolongan dan evakuasi terhadap korban. Be-sarnya pohon cukup menyu litkan proses ini. Di sisi lain, arus lalu lintas pun sempat lumpuh.”Ya, tadi waktu hujan angin, posisi pohon sudah goyang-goyang dan akhirnya tumbang juga karena tidak kuat menahan beban goyangan,” ujar Budiarso, salah seorang warga yang ikut melakukan evakuasi.
Kapolresta Jogja Kombes Pol R Slamet Santoso mengatakan, ada dua sepeda motor yang tertimpa pohon. Satu orang meninggal dunia dilarikan ke RSUP Dr Sardjito. Sedangkan satu korban luka di rawat di RS Bethesda. Selain di depan RS Bethesda Jogja, sejumlah pohon di bebe-rapa titik juga tumbang. Misalnya di Jalan Kusumanegara, Pingit, dan di depan Gedung Agung. “Untuk titik lainnya, kami belum menerima laporan tentang ada tidaknya korban,” ujar Slamet.
Sementara berdasarkan data diPengendalian Operasi (Pus-dalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja, paling tidak terdapat tujuh laporan pohon tumbang yang masuk. Yaitu pohon sawo kecik di depan kampus UST Jalan Ku-sumanegara yang menimpa satu mobil pikap, tetapi tidak ada korban jiwa. Kemudian pohon tumbang juga terjadi di depan Taman Pintar, Pasar Sore, Balerejo, kompleks Kepatihan serta di Bener, Tegalrejo. “Yang di Bener menimpa satu rumah, tapi tidak ada korban jiwa,” ujar StafOpe-ratorPusdalopsBPBD Kota Jogja Budi Iwan Santoso.
Selain itu pohon tumbang, hujan deras juga mengakibatkan Kali Buntung di wilayah Kricak, Tegalrejo, Jogja meluap dan meng-genangi beberapa rumah. “Di sana juga sudah langsung di-tangani petugas, sementara tidak ada yang dievakuasi,” ungkapnya.Menurut Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIJ Teguh Prasetyo, angin kencang yang melanda wilayah DIJ kemarin mencapai kecepatan 35 kilo meter/jam dan bisa menyebabkan pohon tumbang. Angin kencang itu terjadi akibat perbedaan suhu yang mencolok saat pagi dan siang.”Angin ken-cang masih berpotensi terjadi dalam dua hingga tiga hari ke depan. Jadi semuanya harus waspada dan hati-hati,” kata Teguh. (fid/pra/laz/ong)