JOGJA – Kejaksaan nampaknya tidak menemui kesulitan ketika akan mengeksekusi terpidana mati narkotika Mary Jane Fiesta Veloso, 29. Kepastikan ini setelah Polda DIJ menyatakan kesiapan-nya dalam memberikan penga-manan menjelang prosesi ekse-kusi perempuan asal Filipina yang dijuluki ratu heroin itu.”Jika kami diminta untuk mela-kukan pengawalan, Polda DIJ siap mengirimkan anggota,” kata Kabid Humas Polda DIYJ AKBP Any Pudjiastuti kemarin (23/2).
Namun demikian, Any menerangkan, hingga kini institusinya belum menerima surat pemberitahuan dari ke-jaksaan terkait rencana ekse-kusi mati terpidana Mary. Pengamanan dan pengawalan yang dimaksud adalah saat pro-ses pemindahan Mary Jane dari Lapas Wirogunan menuju Nusakambangan, ketika lokasi eksekusi berada di pulau yang masuk Kabupaten Cilacap itu.”Apa pun permintaan kejaksaan, sebagai mitra kami akan penuhi. Tapi, sampai saat ini kami belum menerima informasi dari kejaksa-an terkait eksekusi terpidana mati narkotika,” tambah Any.
Sampai saat ini belum ada kepastikan kapan terpidana penyeludup narkotika jenis heroin seberat 2,6 kilogram. Hingga kini Kejati DIJ belum menerima perintah mengenai persiapan eksekusi Mary Jane seperti waktu dan lokasi ekse-kusi. Sebab, Mary Jane sedang menempuh upaya Peninjauan Kembali (PK) di MA. “Kami masih menunggu hasil sidang PK,” kata Aspidum Kejati DIJ Tri Subardiman.Ketua Umum Gerakat Anti-Narkotika (Granat) DIJ Feryan Nugroho mengatakan, upaya grasi yang pernah diajukan Ma-ry Jane kepada Presiden Jokowi, bukti bahwa Mary Jane menga-ku salah dan meminta ampunan ke presiden. “Orang minta grasi itu minta ampunan, bukti kalau dia mengakui kesalahannya. Dan setelah grasi ditolak, dia baru PK, itu kan lucu. Tapi itu hak dia, kita hargai,” kata Feryan.
Granat DIJ mendukung ke-jaksaan segera mengeksekusi Mary Jane. Disinggung mengenai sorotan internasional, Feryan menerangkan, kejaksaan harus mengesampingkan opini yang berkembang di pihak asing.”Bagaimanapun eksekusi mati harus segera dilaksanakan. Narkoba telah memakan ba-nyak korban dan banyak gene-rasi muda Indonesia kehilangan masa depan karena narkoba,” tambah Feryan. (mar/laz/ong)