DWI AGUS/SETIYAKI/RADAR JOGJA
KAMERA JADUL: Sebanyak 32 karya disajikan oleh Unit Seni Rupa UGM di Perpustakaan Pusat UGM Jogjakarta hingga 28 Februari. Pameran dalam rangka Hari Pers ini bertajuk Masih Ada yang Ingat?
SLEMAN – Prihatin atas kondisi pers saat ini, sejumlah perupa dari UGM mengadakan pameran seni. Bertajuk Masih Ada yang Ingat? pameran ini diadakan di Perpustakaan Pusat UGM Jogjakarta. Sebanyak 32 karya disajikan oleh Unit Seni Rupa UGM hingga 28 Februari mendatang.Ketua pameran Adam Warhole Ardiansyah mengatakan, pameran ini merupakan pesan, di mana saat ini kon-disi pers di Indonesia masuk dalam fase yang memprihatinkan. Pers cenderung mengedepankan realitas kepentingan dan mengesampingkan realitas empiris.”Ini menjadi sangat rancu ketika in-formasi sampai ke tangan masyarakat. Padahal media adalah tombak utama sebuah informasi. Jika dari awal sudah melenceng, lalu bagaimana dampak ke depannya,” kata Adam (23/2).
Melalui karya-karya seni ini para ma-hasiswa mampu menyuarakan aspira-sinya. Tidak hanya hadir dalam tulisan, namun bentuk-bentuk visual lukisan dan instalasi seni. Tentu saja dengan merespons tema yang telah ditentukan.Adam menambahkan melalui pa-meran ini, juga ingin menyuarakan pentingnya pers. Keprihatinan ini muncul karena mayoritas tidak menge-tahui bahwa 9 Februari adalah Hari Pers Nasional. Padahal dalam tatanan suatu bangsa, pers juga menduduki posisi yang penting.”Teman-teman di sini memotret ba-gaimana dinamikan pers sejak zaman sebelum kemerdekaan hingga saat ini. Setiap ganti pemerintahan juga turut mempengaruhi tatanan pers. Begitu juga pers memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia,” kata mahasiswa Jurusan Sastra Asia Barat FIB UGM ini.
Pameran ini melibatkan mahasiswa lintas jurusan di UGM. Meski kampus ini tidak memiliki konsentrasi ilmu seni, kegiatan berkesenian tetap ber-jalan. Tentunya perspektif ini dapat memberikan warna berbeda pada dunia seni di Jogjakarta.Dalam kesempatan ini Adam juga mengungkapkan Unit Seni Rupa UGM tidak hanya berkesenian. Dalam ber-kesenian mereka tidak hanya mengus-ung seni.
Namun ada nilai-nilai yang hadir dalam setiap karya. Tentu saja mengusung isu-isu yang mereka temui dalam lingkungan masyarkat.Persiapan pameran inipun terbilang sangat mendadak. Pengumuman baru dilakukan 9 Februari lalu. Tujuannya mengajak para mahasiswa mengenal dan meresapi makna Hari Pers Na-sional. Sehingga pemahaman setiap individu dapat memperkarya karya-karya yang dihasilkan.”Jadi semua adalah karya baru Februari 2015 dengan merespons tema. Total ada sekitar 60 karya yang terkumpul. Setelah melalui tahap ku-rasi, terpilihlah 32 karya untuk dipa-merkan,” kata Adam. (dwi/laz/ong)