RZ, 18, salah satu pelaku penyekapan dan penyiksaan terhadap Laras Aprilia Arisandi ternyata baru seminggu ngekos di Pedukuhan Saman, Bangunharjo, Sewon sebelum insiden. Dari penuturannya, warga Ngasem, Kota Jogja ini terpaksa ikut terlibat karena diancam sejumlah pelaku lainnya. “Diancam mau dijitak. Saya juga nggak enak dengan mereka karena sebagai anak baru,” tutur Rz di Mapolres Bantul, kemarin (23/2).
Pemuda putus sekolah yang berprofesi sebagai tukang tambal ban ini datang ke kamar yang menjadi lokasi penyekapan dan penyiksaan karena dipanggil sejumlah pelaku. Yaitu, Rth, Ic, dan Pd. Oleh tiga pelaku ini dia diminta memegangi korban yang kala itu hanya menggunakan pakaian atasan. “Kemudian kemaluannya dimasuki botol,” urainya.Rz mengaku sempat menutupi kedua matanya dengan bantal kala sejumlah pelaku lainnya melakukan tindakan sadis itu. Dia tidak kuat melihatnya. Bahkan, dia sempat lari ke kamar mandi untuk muntah-muntah. “Saya menyerahkan diri karena belum pernah berurusan dengan polisi,” ungkapnya.
Kapolres Bantul AKBP Surawan mengatakan, sampai saat ini baru lima tersangka yang diamankan. Mereka adalah Ic, Nk, Pd, Wl, dan Rz. Tiga dari empat pelaku yang kini masih buron ditengarai melarikan diri ke luar kota. “Tiga dari lima pelaku ini masih pelajar,” jelasnya.Dua di antaranya, kata Surawan, diberikan izin untuk mengikuti ujian di LP Wirogunan, Kota Jogja. Selain itu, keduanya juga tengah mengajukan izin mengikuti izin praktik di hotel. “Kalau tidak (berpotensi melarikan diri) akan kami berikan izin dengan didampingi dari lembaga perlindungan anak,” tandasnya.
Surawan memastikan jumlah pelaku berjumlah sembilan orang. Salah satu pria yang menyulut emosi orangtua Laras kala reka ulang beberapa waktu lalu statusnya hanya saksi. Saat kejadian, pria tersebut memang berada di lokasi kejadian. Hanya saja, dia tak terlibat melakukan penyekapan dan penyiksaan. “Ini tidak seperti kasus narkoba. Bisa terseret jika tidak melapor,” tutupnya. (zam/din/ong)