MAGELANG-Mekanisme baru akan diterap-kan dalam pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) 2015 di Kota Magelang. Sebelumnya, standar kelulusan ditentukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Tahun ini, siswa bisa lulus ujian dengan kriteria yang ditentukan sekolah masing-masing. Ini ditegaskan Wakil Ketua Panitia Unas Kota Magelang Agus Sujito. Menurutnya, meski kelulusan sepenuhnya domain sekolah, dinas pendidikan (disdik) tetap memberikan stan-dardisasi.”Jangan sampai sekolah yang berprestasi itu standar nilai kelulusannya hanya lima. Nah, di sinilah peran dinas pendidikan untuk melaku-kan koordinasi, terkait pengendalian nilai unas,” katanya kemarin (23/2)
Agus yang saat ini menjabat Kepala Bidang Pendidikan Me-nengah, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Magelang ini menegaskan, pihaknya memiliki kisi-kisi untuk mengendalikan sekolah. Antara lain, nilai rapor siswa selama be-berapa semester, nilai pra-unas, uji coba, try out, dan lainnya, se-bagai rambu-rambu untuk me-nentukan standar kelulusan masing-masing sekolah.”Kami tidak mutlak menentu-kan standar kelulusan. Tetapi hanya mengendalikan. Barang-kali ada yang terlalu tinggi atau terlalu rendah,” tegasnya.
Hasil perolehan nilai unas siswa bisa digunakan siswa me-lanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Ia juga meyakini, dengan ketetapan kelulusan yang diten-tukan pihak sekolah, tingkat kelulusan di Kota Magelang juga pasti meningkat.”Saya berharap, sekolah jangan sampai ada praktik katrol nilai. Lebih positif jika sekolah itu menggelar try out dan pelatihan, supaya siswa lebih siap meng-hadapi unas,” pintanya.
Seperti diketahui, perubahan mekanisme unas diatur dalam Permendikbud Nomor 144 Ta-hun 2014 tentang Syarat Kelu-lusan Unas. Dalam aturan ter-sebut juga tersemat, peserta didik untuk jenjang SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMK/SMALB, minimal mendapatkan nilai akhir (NA) setiap mata pelajaran yang di-unas-kan 4,0. Semen-tara, rata-rata NA untuk semua mata pelajaran paling rendah 5,5. NA gabungan dengan bobot 50 persen nilai sekolah dan 50 persen nilai UN. Siswa juga harus berkelakuan baik, mengikuti ujian sekolah (US), ujian praktik, dan unas.
Peserta didik dinyatakan lulus dari sekolah, setelah menyele-saikan seluruh program pem-belajaran, memperoleh nilai minimal baik pada penilaian seluruh mata pelajaran, lulus ujian sekolah, dan lulus unas.Tahun 2015, jumlah peserta didik yang menghadapi unas terdiri dari 3.065 siswa SMK dan 1.846 siswa SMA/MA. Secara serentak unas akan diseleng-garakan pada 13-15 April men-datang. Sementara, ujian seko-lah dilaksanakan sebulan sebe-lum unas. Yakni, pada 2-10 Maret 2015. (dem/hes/ong)