YOGI ISTI PUJIAJI/RADAR JOGJA
AMBRUK: Sebuah bangunan kios mebel di Jalan Damai, Desa Sinduharjo, Ngaglik roboh usai disapu angin kencang dan hujan lebat kemarin
SLEMAN- Belasan warga Sleman harus tidur di bawah atap berlubang setelah hujan deras disertai angin kencang menerbangkan genting rumah. Beberapa atap rumah roboh tertimpa batang pohon yang tumbang. Air hujan juga menyebabkan jaringan listrik korsleting. Akibatnya, arus listrik di wilayah Sleman bagian utara padam. Kondisi itu berdampak tersendatnya arus lalu lintas di persimpangan jalan. Lampu traffic light padam memaksa polisi lalu lintas mengatur laju kendaraan di tengah persimpangan.Hingga kemarin petang (23/2), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih menginventarisasi rumah rusak di beberapa wilayah.
Di antaranya, Dusun Grogol dan Klaci 1 di Seyegan, sebagian Pakem dan Condongcatur, Depok. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Makwan mengatakan, rumah atap roboh didominasi bangunan berusia tua. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. “Atap rusak sudah di-bantu terpal. Rumah tidak sampai ambruk,” ungkapnya saat meninjau lokasi kejadian di Pakem.BPBD mengerahkan petugas untuk mengevakuasi pohon-pohon tumbang di beberapa titik. Mereka juga dibantu sejumlah relawan dari berbagai elemen masyarakat. Hujan yang melanda wilayah Sleman sekitar dua jam sejak pukul 14.00 menyebabkan petugas cukup kesulitan saat mengevakuasi pohon tumbang. Khususnya pohon-pohon perindang di tepi jalan raya.
Evakuasi pohon mengakibatkan arus lalu lintas macet cukup panjang di beberapa ruas jalan. Di antaranya, di Ring Road Utara, Condongcatur, depan kampus UPN Veteran. Untuk menghindari kemacetan, beberapa pengendara sepeda motor pilih putar balik atau berbelok melalui jalan-jalan kampung.Bangunan roboh juga menimpa kios mebel di Jalan Damai, Desa Sinduharjo, Ngaglik. Tiang penyangga atap seng dan usuk dari bambu yang sudah rapuh tak kuat menahan derasnya air hujan dan angin kencang. “Sekitar setengah jam setelah hujan tiba-tiba ambruk atapnya,” ungkap Gunawan, 33, warga setempat.Atap seng yang roboh hingga hampir separo jalan juga menyebabkan lalu lintas kendaraan terganggu. Namun itu tak ber-langsung lama setelah dua orang warga membersihkan puing-puing ke pinggir jalan. Hujan deras juga menimbulkan kubangan di beberapa ruas jalan berdrainase buruk. (yog/din/ong)