ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
TERUS NAIK: Seorang pedagang beras menyiapkan beberapa jenis beras yang dijual. Saat ini, pembeli menurun karena kenaikan harga.
MUNGKID – Kenaikan harga beras terjadi di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Magelang. Diduga, naiknya bahan pangan ini karena kelangkaan pasokan dari petani. Gagal panenmenjadi pemicu naiknya harga hingga Rp 2 ribu rupiah per kilogram. Akibat kondisi ini, transaksi jual beli beras di pasar tradisional sepi pembeli. Kondisi ini sudah terjadi dalam sebulan terakhir. Kenaikan terjadi pada jenis beras IR 64, yang kerap dikonsumsi masyarakat. Bulan lalu, harga beras jenis ini hanya Rp 9 ribu rupiah per kilogram. Pada bulan ini, mencapai angka Rp 11 ribu – Rp 12 ribu per kilogramnya
Parmi, seorang Ibu rumah tangga mengaku, kaget dengan kenaikan harga beras yang cu-kup signifikan tersebut. Ia ter-paksa membeli lima kilogram untuk menghemat uang be-lanja. Menurutnya, kenaikan harga beras cukup membebani uang belanja. Hal sama dikeluhkan pem-beli lain, Dewi. Ia mengaku, harus ekstra hemat uang untuk membeli beras. Menurut Dewi, biasanya membeli beras saat stok beras sudah menipis seki-tar dua kilogram. Sekarang, ia terpaksa membeli beras setelah sisa stok habis.”Sekarang habiskan stok dulu baru beli. Siapa tahu harga menurun,” imbuhnya.
Ibu dua putra ini berharap, pemerintah segera mengambil kebijakan, terkait kenaikan harga kebutuhan pokok ini. Kebijakan yang menurut me-reka memihak dan meringan-kan masyarakat perlu dikelu-arkan untuk meringankan membeli bahan kebutuhan pokok tersebut.Jamhari, salah satu pedagang beras di Pasar Tradisional Muntilan menjelaskan, ke-naikan harga beras terjadi karena kelangkaan pasokan beras. Sejumlah pedagang dan pembeli mengharapkan ke-pedulian pemerintah, segera menurunkan harga beras yang menjadi kebutuhan masyara-kat.
Harapannya, masyarakat tidak keberatan membeli sa-lah satu kebutuhan pokok tersebut. Ia menegaskan, harga beras yang semula Rp 9 ribu per kilo-gram, merangkak naik menjadi Rp 11 ribu – Rp 12 ribu per kilo-gram. Kenaikan beras tersebut diduga karena berkurangnya pasokan beras dari petani lokal.Belakangan, kebanyakan pe-tani lokal mengalami gagal panen, akibat cuaca hujan dan serang-an hama. Selain itu, kualitas beras yang tidak bagus menye-babkan beras dari petani kurang diminati pembeli.”Tidak ada pasokan dari pe-tani Magelang, karena banyak yang gagal panen. Padinya jelek,gabug-gabug,” katanya.
Mengantisipasi ini, sejumlah pedagang terpaksa membeli beras dari luar Magelang. Se-perti dari Bantul, Jogjakarta dan Delanggu, Klaten. Beberapa je-nis beras yang diminati pem-beli antara lain beras IR 64, Mentik Wangi, Cianjur, Delang-gu, dan lainnya.”Seperti biasa, saya menjual hingga 30-50 kilogram beras. Kini hanya mampu menjual 10-20 ki-logram saja. Sekarang sedikit pem-beli,” keluhnya. (ady/hes/ong)