GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
RINGSEK:Kondisi mobil Innova bernopol AD 8848 RC yang rusak parah akibat tertimpa pohon tumbang di Jalan Jenderal Sudirman, atau tepatnya di utara RS Bethesda, Jogja, (23/2)
JOGJA – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Jogja menga-ku sudah melakukan pemang-kasan pohon yang rawan tumbang di kota ini. Berdasarkan penda-taan yang dilakukan BLH Kota Jogja, jumlah pohon rawan tumbang jumlahnya sudah ber-kurang.”Setelah dilakukan pemang-kasan, jumlah pohon rawan tumbang di Kota Jogja sudah berkurang Desember lalu masih ada 90 pohon, Januari lalu tinggal 70 pohon,” ujar Kepala Bidang Ke-indahan BLH Kota Jogja Indiah Widiningsih kemarin (24/2).
Data itu merupakan jumlah po-hon milik pemerintah. Sedang-kan untuk pohon yang berada di persil atau lahan pribadi, pi-haknya mengaku tidak memi-liki data.Menurut Indiah, dari penda-taan BLH Kota Jogja masih ter-dapat beberapa pohon yang rawan tumbang seperti jenis pohon Angsana, Waru dan Talok yang berada di kawasan Lem-puyangan, Gayam atau di Jalan Atmosukarto. Pohon-pohon itu merupakan pohon yang sudah berusia puluhan tahun dan du-lunya ditanam oleh warga se-tempat. “Pohon yang sudah terlalu besar dan pencabanganya ba-nyak serta tidak kuat, akan di-dahulukan untuk dipangkas,” jelas Indiah.
Sementara untuk jenis pohon Asem Jawa di depan RS Bethes-da Jalan Jenderal Soedirman yang tumbang dan menyebabkan pengendara motor meninggal, tergolong besar dan banyak ca-bang. “Kalau sudah tua dan banyak cabangnya, memang mudah patah,” terangnya.
Sementara untuk pohon yang diketahui sudah keropos akan dipangkas habis dan diganti dengan pohon baru di sebelah-nya. Meskipun begitu, pihaknya mengaku kesulitan untuk meli-hat struktur pohon, terutama yang keropos di bagian tengah-nya. “Kalau keroposnya di ba-gian tengah kan tidak kelihatan dari luar,” jelasnya.
Indiah menambahkan keter-batasan alat serta SDM yang dimiliki BLH Kota Jogja juga menyebabkan proses pemang-kasan pohon tidak maksimal. Kendaraan untuk pemangkasan pohon yang tinggi, saat ini BLH Kota Jogja baru memiliki satu unit. Sedangkan mobilitas ken-daraan juga tergolong tinggi.
Indiah menjelaskan untuk pe-mangkasan pohon yang besar bisa membutuhkan waktu mak-simal hingga tiga hari. Terlebih jika terdapat jaringan listrik yang melewati pohon serta kepadatan lalu lintas. “Kalau hanya mera-pikan saja, paling dalam sehari bisa enam pohon,” tuturnya.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) juga meminta BLH Kota Jogja lebih intensif dalam pe-mangkasan pohon serta men-deteksi pohon yang rawan tumbang. Jika perlu pohon yang sudah keropos dipangkas habis dan diganti pohon baru. “Memang susah. Satu sisi kita ingin penghijauan, tapi di sisi lain-nya kita antisipasi bencana,” ung-kapnya.
Menurut HS, pohon yang tumbang tidak mesti merupakan pohon tua yang sudah keropos. Buktinya, lanjut dia, banyak pohon besar yang terlihat kuat justru roboh saat terkena angin kencang. “Untuk antisipasi, BLH juga sudah melakukan pemangkasan pohon tapi mugkin belum menjangkau semua,” paparnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Agus Winarto juga meng-ingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang dan hujan deras. “Saat angin kencang dan hujan deras, lebih baik berteduh di lokasi yang aman dan menjauhi pohon, antisipasi apabila pohon itu tumbang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Trans-migrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja Hadi Muhtar menjelaskan untuk korban meninggal akibat tertimpa pohon tumbang di depan RS Bethesda (23/2) akan menda-patkan santunan dari Pemkot Jogja, selama memiliki KTP Kota Jogja dan merupakan pemegang KMS. “Kalaupun tidak dan dia termasuk kena musibah serta ada permohonan dari wilayah, akan kita koordinasikan bentuk dan berapa bantuannya,” jelas Hadi.
Korban meninggal tertimpa pohon tumbang di depan RS Bethesda ternyata bukan atas nama Suhardi Martaya seperti yang ditulis Radar Jogja kemarin (24/2). Yang benar atas nama Catur Setiono. Soal salah nama ini awalnya diketahui dari iden-titas yang dibawa korban di dompetnya. Catur Setiono saat itu membawa identitas kakaknya, Suhardi. (pra/laz/ong)