DIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
SENTRA BUAH: Bupati Zaenal Arifin (kiri) mencoba kelengkeng Itoh yang dikembangkan Isto Suwarno. Pemkab berencana membuat Kecamatan Borobudur sebagai daerah sentra buah.
MUNGKID – Kecamatan Srumbung di kenal sebagai sentra salak Nglumut. Sedangkan beberapa kecamatan di sekitar Gunung Sumbing, Andong, Merbabu dan Merapi, menjadi sentra sayuran. Kini, Borobudur diproyeksikan untuk menjadi wilayah sentra tanaman perkebunan.Bupati Magelang Zaenal Arifin menyata-kan, Kecamatan Borobudur diharapkan bisa menjadi wilayah sentra tanaman per-kebunan. Terutama buah klengkeng Itoh. Untuk mewujudkan ide tersebut, bupati akan berbicara dengan Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan (Distanhutbun) dan Pemerintah Kecamatan Borobudur untuk melakukan mapping
Ini terkait produk-produk per-tanian dan perkebunan. “Bukan tidak mungkin, Kecamatan Bo-robudur ke depan menjadi lokasi percontohan tanaman klengkeng,” tegas bupati di lokasi pembibi-tan klengkeng Itoh, kemarin (24/2).Dalam kegiatan tersebut, bu-pati berkesempatan memanen perdana buah Klengkeng Itoh yang dikembangkan Isto Su-warno, warga Prambanan Jogja-karta. Bupati juga melakukan penanaman bibit klengkeng ter-sebut di lahan tanah bengkok kepala Desa Borobudur seluas 1,5 hektare yang nantinya di-kelola BUMDes Graha Mandala Desa Borobudur. “Kenapa Keca-matan Borobudur tidak dijadikan sentra tanaman perkebunan. Semoga apa yang dilakukannya, bisa memotivasi para petani lain di wilayah ini. Khususnya di Ke-camatan Borobudur,” tegasnya.
Camat Borobudur Nanda Pri-badi mengatakan, telah ber-koodinasi dengan kepala desa untuk ikut menanam klengkeng jenis ini. Apalagi, masih banyak lahan di wilayahnya yang belum dioptimalkan. Di sisi lain, ma-yoritas mata pencaharian warganya adalah bertani.”Kalau ini bisa dikembangkan, kami yakin masyarakat lebih sejahtera. Ke depan menjadi salah satu destinasi wisata selain Candi Borobudur. Impian kami, Borobudur menjadi kawasan agrowisata,” ungkapnya.Sementara itu, Isto Suwarno berjanji mendampingi warga yang akan mengembangkan tanaman klengkeng tersebut. Bahkan, pihaknya juga siap memberikan pelatihan-pelatihan.”Kami tidak akan meninggalkan. Kami akan mendampingi hing-ga tanaman berproduksi. Kami yakin, tanaman ini akan mampu meningkatkan pendapatan warga,” janjinya. (ady/hes/ong)