GUNAWAN/RADAR JOGJA
MUSIBAH: Rumah milik warga di pedukuhan Tumbul Timur, Semanu roboh rata dengan tanah akibat angin kencang pada Senin (23/2) lalu.
GUNUNGKIDUL – Musibah angin kencang yang merusak belasan rumah dan menelan kerugian hingga ratusan juta di Gunungkidul menjadi perha-tian serius Bupati Badingah. Sebagai bentuk kepedulian pemerintah ke-pada rakyat, bupati mengunjungi para korban, kemarin (24/2).Pada kunjungan ke Padukuhan Tung-gul Timur, Semanu, Badingah menga-ku pemkab sudah menyerahkan ban-tuan kepada seluruh warga korban bencana angin kencang. Pemerintah juga memberikan bantuan berupa makanan dan peralatan dapur. “Kita juga memberikan bantuan uang. Kami meminta kepada warga yang tertimpa musibah untuk tetap sabar,” kata Badingah.
Seperti diketahui, di lokasi ini ke-rusakan paling banyak terjadi yakni total 12 rumah. Lalu disusul Keca-matan Playen ada satu rumah dan Semin dua rumah. Sebagian besar kerusakan disebabkan tertimpa po-hon tumbang.Kepala Pelaksana Badan Penang-gulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Budhi Harjo mengata-kan, hingga siang kemarin ada 15 rumah rusak. Satu di antaranya roboh rata dengan tanah. “Data kemungkinan masih bisa berubah karena laporan belum masuk seluruhnya,” kata Budhi.
Namun dalam perkembangan data, selain menyebabkan kerusakan rumah, bencana angin kencang juga mengakibatkan dua kendaraan yang melintas di jalan tertimpa pohon. Dua orang pengemudi dan kernet, Yanto dan Suhadi, mengalami luka cukup parah hingga harus dilarikan ke rumah sakit. “Kemudian untuk upaya pertolongan, pihaknya sudah menerjunkan relawan untuk mem-bantu korban,” ujarnya.Budhi berharap, warga tetap mening-katkan kewaspadaan karena dari infor-masi yang diterima BPBD, potensi angin kencang masih akan berlangsung hingga akhir bulan mendatang. “Info dari BMKG, angin kencang masih akan terjadi hingga akhir bulan,” bebernya.
Seperti diketahui, angin kencang terjadi pada Senin (23/2) kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam keja-dian ini, namun belasan rumah di-laporkan rusak. Salah satu rumah milik warga bernama Sastor Taru-no,70, warga Padukuhan Tunggul Timur RT04/ 23, Semanu roboh rata dengan tanah akibat angin ken-cang. Selain itu, angin kencang juga menerjang sejumlah kecamatan lain seperti di Gedangsari, Playen, Semin dan Paliyan. (gun/ila/ong)