JOGJA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem DIJ membuka pendaftaran calon bupati dan wakil bupati (cabup dan cawabup) Kabupaten Bantul, Sleman, dan Gunungkidul. “Pendaftaran kami adakan secara serentak mulai 24 Februari hingga 3 Maret 2015,” ungkap Ketua DPW Partai Nas-dem DIJ Subardi kemarin (24/2).Dengan adanya alokasi itu, peminat yang mendaftar sebagai cabup maupun cawabup di tiga kabupaten punya kesempatan wak-tu selama delapan hari. “Pendaftaran tanpa dipungut biaya alias gratis,” ujar Subardi didampingi Plt Ketua DPD Partai Nasdem Gunungkidul Suparja.
Subardi menjelaskan, dibukanya pendaf-taran cabup dan cawabup itu sebagai respons partainya menghadapi agenda pilkada langsung yang akan berlangsung secara serentak akhir 2015 ini. Apalagi tahapan pilkada langsung akan dimulai oleh Ko-misi Pemilihan Umum (KPU) April men-datang. “Kami harus antisipasi sejak seka-rang,” paparnya.
Tentang peluang koalisi, Subardi menga-takan partainya belum membuat keputusan. Namun penjajakan dengan sejumlah ke-kuatan politik maupun parpol lain terus dilakukan. Menurut dia, partainya terbuka berkoalisi dengan partai manapun asalkan memiliki kesamaan visi misi atau platform dengan partainya. “Politik itu cair dan dinamis. Kita lihat saja perkembangannya nanti,” elaknya.
Hasil Pemilu Legislatif 2014 menempatkan Partai Nasdem mempunyai 14 legislator di dewan provinsi, kabupaten, dan kota se-DIJ. Untuk Sleman, Nasdem memiliki satu frak-si dengan jumlah anggota sebanyak lima orang. Sedangkan di Bantul dan Gunung-kidul sama-sama punya dua orang wakil.Suparja menambahkan untuk teknis pendaf-taran dilakukan di kantor DPW Partai Nas-dem DIJ Jalan Glagahsari No 121 Jogja atau di masing-masing DPD Partai Nasdem Ban-tul, Sleman, dan Gunungkidul. “Kami mem-buka kesempatan sebesar-besarnya bagi putra-putri terbaik bangsa,” imbuh ang-gota Komisi B DPRD DIJ ini.
Bila Partai Nasdem telah bersiap-siap membuka pendaftaran, tidak demikian halnya dengan DPD Partai Gerindra DIJ. Ketua DPD Partai Gerindra DIJ Brigjen (purn) RM. Noeryanto mengatakan, partainya ma-sih menunggu perkembang dari Koalisi Merah Putih (KMP).Sejak Pilpres 2014, Gerindra tergabung da-lam KMP bersama Partai Golkar, PAN, PKS, PPP, dan PBB. Untuk tingkat DIJ, Partai De-mokrat juga merapat dalam koalisi ini.
Meski masa pelaksanaan pilkada langsung semakin dekat, Noeryanto mengakui sam-pai sekarang belum ada keputusan dari KMP. Termasuk keputusan dan arah koa-lisi yang akan dilakukan. “Kita maklum KMP sekarang lagi kolaps (pingsan),” ungkapnya.
Kondisi itu, lanjut pria yang memiliki ge-lar KRT Yudhahadiningrat ini karena kon-disi di internal masing-masing partai ang-gota KMP di tingkat pusat. Kita tahu sen-diri bagaimana kondisi Golkar seperti apa. Lalu PPP. PAN juga sampai sekarang belum jelas (kepemimpinan pusat, Red),” ucapnya.Bagi Gerindra DIJ, sambung dia, arah koalisi bukan semata-mata KMP. Namun yang lebih penting adalah koalisi membangun dan mempertahakan keistimewaan DIJ. Ia menyebut dengan nama KJI. “Gerindra DIJ koalisinya adalah KJI. Koalisi Jogja Istime-wa,” tegasnya. (eri/laz/ong)