HERI SUSANTO/RADAR JOGJA
DUKUNGAN MENGALIR: Konsolidasi Zulkifli Hasan dengan para pendukungnya di Jogja, kemarin (24/2). Sejumlah tokoh hadir, antara lain, Amien Rais, dan mantan Mendiknas Yahya Muhaimin
JOGJA – Dukungan terhadap Ketua MPR Zulkifli Hasan (ZH) di salah satu hotel di Jalan Solo kemarin (24/2) terus mengalir. Pemegang hak suara, Ketua DPD (setingkat kabupaten/kota), Ketua DPW (setingkat provinsi), dan sekretaris DPW menyatakan dukungan terhadap mantan Menteri Ke-hutanan itu.
Mereka optimistis sosok ZH mampu mem-besarkan PAN. Bahkan menjadikan partai berlambang matahari terbit itu meraup suara dua digit di Pemilu 2019. “PAN adalah partai dinamis. Jadi harus diregenerasi,” kata Boy Ade, pemegang hak suara DPW PAN DKI Jakarta di sela konsolidasi pendu-kung ZH.
Ia menjelaskan, delapan pemegang suara di DKI Jakarta utuh mendukung ZH. Ini tak lain karena mereka menginginkan regenerasi di tubuh PAN. Juga perubahan dari partai yang selama ini elitis menjadi partai rakyat. “Kami bertekad mewujudkan itu. Bahkan kami berani menargetkan masing-masing DPD PAN DKI Jakarta, mendapatkan satu kursi untuk DPRD Provinsi,” terangnya.
Tapi, hal itu bukanlah tujuan utama. Hu-sein Ishaq, Ketua DPD PAN Jakarta Barat menegaskan, menjaga marwah partai harus menjadi tujuan bersama. Seluruh kader PAN se-Indonesia untuk menjunjung ting-gi nilai-nilai etika. Terutama pemegang hak suara untuk tetap mengedepankan mora-litas dalam proses demokrasi di Kongres PAN di Bali, 28 Februari-2 Maret mendatang.”Apa yang telah diamanahkan pendidi PAN, Bapak Prof Amien Rais harus terus dijaga seluruh kader PAN. Beliau telah ba-nyak berperan dalam melahirkan dan mem-besarkan PAN sampai saat ini,” jelasnya.
Senada dengan sang kolega, Ketua DPW PAN DIJ Immawan Wahyudi mengatakan, demi merealisasikan dua digit, PAN butuh sosok egaliter. Sosok itu ada di Zulkifli Hasan. “Untuk memenangkan hati rakyat, PAN harus dipimpin seorang yang bisa bersama dengan rakyat,” kata Wakil Bupati Gunungkidul ini.Ketua DPW PAN Jawa Timur Suyoto me-ngatakan, kongres saat ini merupakan wak-tunya ZH memimpin PAN. “Setiap zaman melahirkan anaknya, kami yakin saudara-ku Zulkifli Hasan yang dilahirkan zaman sekarang untuk pimpin PAN 2015-2020,” jelasnya dengan penuh optimisme.
Syah Afandin, Ketua DPW PAN Sumatera Utara melihat, kebijakan pusat belum se-penuhnya memberikan wewenang ke dae-rah. Padahal, otonomi partai di daerah penting untuk membesarkan partai. “Ya, daerah itu sendiri yang paham. Jadi kalau daerah ditinggalkan, dampaknya sulit bagi PAN meraih hati rakyat,” tuturnya.Saat Kongres PAN keempat ini, momen tum yang tepat menggeser kebijakan ke daerah. Apalagi kini sudah lebih dari 15 tahun oto-nomi daerah di pemerintahan. “Kami di Sumut mendukung ZH karena tegas soal kebijakan otonomi partai di daerah,” sam-bungnya. (eri/laz/ong)