MAGELANG – Pemkot Magelang akan mulai menerapkan penarikan pajak hotel dan restoran melalui sistem online. Adapun sebagai pelak-sananya, Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD). Sistem baru ini akan disosialisasikan pada pengusaha melalui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Terutama, soal teknis penerapan, pemasangan perangkat lunak, dan lainnya. “Secara teknis, kami siap menerapkan sistem baru penarikan pajak sebesar 10 persen. Namun, ada sejumlah hal yang perlu disiapkan. Salah satunya sosialisasi pada pengusaha. Tahun ini, kami akan memulai sosialisasinya melalui PHRI,” tegas Kepala DPPKD Kota Magelang Larsita kemarin 924/2).
Dijelaskannya, rencana sosialisasi hingga penginstalan software prosedur pajak via online akan dilaksanakan pada APBD Perubahan mendatang
Nominal pajaknya tidak ada perubahan. Yakni, sebesar 10 persen.”Saat ini, ada 17 hotel yang termasuk dalam organisasi PHRI Kota Magelang. Adanya sistem ini bisa mengantisipasi ma-nipulasi tingkat okupansi (kete-risian kamar) hotel. Juga lebih efisien, transparan, dan mampu meminimalisir kebocoran. Soal alat dan perangkat lunaknya, nanti gratis,” tegasnya.
Terpisah, Ketua PHRI Kota Ma-gelang Edi Hamdani mengaku, hingga kini belum ada sosi alisasi dari pihak terkait seputar sistem baru penarikan pajak hotel. Pihak PHRI menegaskan siap meng ikuti sosialisasi setiap saat. Karena, Edi berharap, semua anggota bisa lebih memahaminya.”Siap tidak siap, kami harus siap menghadapi era pajak online ini. Terus terang saja, kami se-benarnya keberatan. Karena satu sisi masih ada saja razia KTP atau tamu mesum di hotel yang mengganggu kenyamanan.
Di sisi lain, kami terus dikejar pajaknya,” ungkapnya.Edi mengungkapkan, pene-rapan sistem penarikan pajak secara online tersebut, sepe-ngetahuannya diterapkan 2016. Karena, perlu tahapan yang harus dilalui sebelum mencapai ke-siapan yang matang. “Terpenting adalah sosialisasi, lalu kesiapan alat, dan persiapan sumber daya manusia (SDM). Mau tidak mau, kami harus bisa menghadapi era tersebut. Kami punya kiat menyambut sistem pajak online tersebut.” (dem/hes/ong)