GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
AGAR HARGA TURUN: Warga membeli beras yang dijual Bulog DIJ dalam operasi pasar, di Pasar Prawirotaman, Jogja, kemarin (25/2).
JOGJA – Untuk menurunkan harga beras di Kota Jogja, Perum Badan Urusan Logistik (Bu-log) Divisi Regional DIJ menggelar operasi pasar (OP) beras murah. Pihaknya menyalurkan 10 ton beras ke sejumlah pasar tradisional dan kantor kecamatan di kota ini.Kepala Bulog Divre DIJ Langgeng Wisnu Adinugro-ho mengatakan, kuota beras yang didistribusikan di tiap lokasi berbeda-beda, berkisar 500 kilogram hingga 1,5 ton. Beras dengan kualitas yang cukup baik itu dijual Rp 6.800 per kg. “Sengaja kami pilih lokasi di pasar tradisional serta kantor kecamatan agar lebih mudah dijangkau masyarakat,” terang Langgeng kemarin (25/2).
Dikatakan, selain di Kota Jogja, operasi pasar beras murah juga dilakukan di kabupaten lain di DIJ. Total beras yang disalurkan Perum Bu-log Divre DIJ mencapai 13,7 ton beras. Stok beras di gudang Bulog DIJ saat ini 8.753 ton atau cukup hingga tiga bulan ke depan. “Ke-marin juga terdapat tambahan beras dari Jawa Timur dan Jawa Tengah,” ungkapnya. Sementara itu Kepala Disperindagkoptan Kota Jogja Suyana mengatakan, di Kota Jogja tidak terdapat distributor, tetapi hanya pedagang besar
Pihaknya juga sudah menda-tangi para pedagang besar untuk menanyakan stok serta suplai beras. Rata-rata kenaikan harga beras di pasaran sebesar Rp 1.000/kg. “Pada Januari-Februari ini me-mang biasanya harga naik, ka-rena beberapa wilayah gagal panen,” terangnya.Suyana mengatakan, suplai beras di Kota Jogja berasal dari beberapa wilayah di DIJ dan sekitarnya. Menurutnya, pada April nanti beberapa wilayah sudah mulai panen. Ia menambahkan, saat harga beras naik seperti ini, pihaknya terbantu dengan program penyaluran operasi pasar ca-dangan beras untuk keluarga miskin yang baru didistribusikan. “Harusnya didistribusikan pada akhir Desember lalu, tapi baru diditribusikan saat ini, malah sangat membantu,” ungkapnya.
Kenaikan harga beras ini juga menjadi perhatian Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS). Diri-nya mengancam akan menindak tegas distributor beras jika dida-pati ikut bermain dalam per-mainan harga beras. HS sudah meminta Disperin-dagkoptan Kota Jogja untuk mendata distributor beras di Kota Jogja. “Jangan sampai men-cari kesempatan dalam kesem-pitan, jangan ikut mempermain-kan harga,” tegas HS. Menurutnya, berdasarkan la-poran yang diterimanya, saat ini kenaikan harga beras disebabkan oleh faktor alam, serta gagal pa-nen di beberapa wilayah yang biasa suplai beras ke Jogja. “Suplai ini seret karena musim hujan dan sebagainya,” lanjut HS. (pra/laz/ong)