SETIAKY A.KUSUMA/RADAR JOGJA
SOSIALISASI PROGRAM: Para Dandim dan Danramil di lingkungan Korem 072/Pamungkas saat mengikuti sosialisasi program bidang bakti TNI tahun anggaran 2015 di Korem 072/Pamungkas kemarin (25/2).
JOGJA – Penyampaian laporan pe-rencanaan di beberapa Kodim dan jajarannya di bawah Kodam IV/Di-ponegoro, dinilai masih banyak yang belum runtut. Itu terlihat saat dila-kukan sosialisasi program bidang bakti TNI tahun anggaran 2015 di Korem 072/Pamungkas kemarin (25/2). Wakil Asisten Teritorial Kodam IV/Diponegoro Letkol Inf Jimmy Ramoz Manalu mengatakan, masih ditemu-kan beberapa laporan perencanaan yang kurang runtut. Situasi ini harus segera diperbaiki. Sebab, sekecil apa pun kegiatan, harus ada pertang-gungjawaban laporan secara runtut. “Ini bukan mengarang, tapi memang masih ada yang seperti itu,” kata Jimmy.
Ditegaskan bahwa laporan peren-canaan tidak bisa dianggap enteng. Ia mencontohkan di salah satu Kodim, ada yang membuat laporan, di mana ada data yang berbeda antara tahun pertama dengan tahun kedua. Namun dalam penyajian foto, sama antara kedua tahun tersebut.”Ada salah satu Kodim yang mem-buat kegitan yang diajukan sama, namun datanya berbeda, karena di-sesuikan dengan kondisi saat itu. Ternyata foto kegiatan yang ditam-pilkan itu serupa. Ini kan jadi perta-nyaan, apa fotonya tidak ada, atau bagaimana,” jelasnya. Ada juga pada tingkat Koramil, di mana dalam suatu kegiatan meny-ampaikan laporan dalam setahun. Tetapi yang digunakan adalah bulan-bulan awal tahun bersangkutan. “Laporan semacam itu harus segera diperbaiki,” tegasnya.
Sosialisasi yang dilakukan Kodam Diponegoro sangat penting. Teru-tama dalam rangka melaksanakan 10 cita-cita dari program pemerin-tahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Belum lagi adanya anggaran yang dinaikkan pada tahun ini. Seperti diketahui, Kodam IV/Dipo-negoro membawahi dua provinsi dari empat Korem dan 36 Kodim. Sehingga agar program pemerintah bisa berjalan dengan baik, perlu dila-kukan sosialisasi. “Para Dandim harus senantiasa memberikan pengarahan kepada anak buahnya, terutama Danramil-Dan-ramil agar penggunaan dana yang diberikan dapat akuntabel,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Erwin Rusitia-wan. Ia menegaskan pentingnya pe-rencanaan teritorial yang diwujudkan secara nyata dan terukur sasarannya. Baik kualitatis maupun kuantitatif. Sehingga semua kegiatan bisa diper-tanggungjawabkan sesuai undang-undang yang berlaku. (fid/jko/ong)