Siwi HidayahGuru Mapel PPKNSMAN 1 Sewon Bantul
MEMBENTUK karakter anak itu tidak bisa hanya dibebankan pada peran sekolah sebagai lem-baga pendidikan. Pembentukan karakter itu menjadi tidak lengkap jika tidak didukung peran ling-kungan sekitar, baik keluarga ataupun lingkungan bermain. Kegiatan belajar mengajar di sekolah hanya beberapa jam saja. Tidaklah cukup untuk mengcover seluruh aktivitas yang dilakukan anak, dalam hal ini adalah pelajar.
Sisanya anak me-lakukan aktivitas di luar sekolah, seperti di rumah dan di lingkungn bermain. Sehingga guru tidak dapat melakukan kontrol terhadap aktivitas anak didiknya.Kadang, lingkungan bermain justru memberi pengaruh besar daripada lingkungan sekolah ataupun keluarga. Bagai priba-hasa jawa “Ojo cedak kebo gupak”. Hal ini benar adanya. Karena bergaul dengan orang yang mem-punyai perilaku yang tidak se-pantasnya, maka kita akan dengan mudah terpengaruh. Hal ini sama dengan ketika kita berada di lingkungan yang baik, yang mengajarkan kita bagaimana bersikap yang semestinya. Hal ini pasti juga akan berimbas terhadap perilakunya.
Usia mereka saat ini, merupakan masa yang cukup rawan. Mereka sedang berada di masa pencarian jati diri. Sehingga sangat perlu pendampingan, karena gejolak keinginan dan kontrol terhadap diri sendiri masih sangat kurang. Mereka perlu pengarahan, agar nantinya dapat mengambil keputusan yang semestinya. Se-perti ada kasus yang masih anget kemarin tentang peganiyayaan akibat gank yang melibatkan siswi SMA. Hal ini seharusnya tidak samapai terjadi.Sebaiknya ortu menyediakan waktu anak untuk belajar dan bermain dengan porsi yang pas.
Orangtua harus menegaskan, kapan waktu sekolah, kapan waktu bermain, waktu belajar, waktu di rumah kumpul ber-sama orangtua dan lainnya. Ketika anak merasa tidak me-miliki waktu bermain dan jenuh di rumah, justru akan menga-kibatkan anak mencari pelarian. Mereka akan mencuri curi waktu buat main mencari teman baru yang mungkin senasib. Dari sinilah hal negatif sangat mudah muncul.Selain mengajarkan membagi waktu, orangtua juga harus men-guatkan pendidikan agama dan akhlak. Karena ini merupakan pondasi diri. Ketika pondasi sudah kuat nantinya moral anak juga akan mengikuti. (mey/man/ong)