FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
BANTUAN PERTAMINA: Mobil penerangan milik Kodim 0705/Magelang dioperasikan untuk menopang sekolah di pedesaan yang belum memiliki perpustakaan.
MAGELANG- Wali Kota Sigit Widyonindito kembali memanfaatkan momen kehadirannya untuk menyatakan keinginan pencalonan sebagai kepala daerah. Setelah peresmian nama Stadion Moch Soebroto pada Selasa lalu (24/2), acara peresmian mobil penerangan milik Kodim 0705/Magelang juga dijadikannya untuk menje-laskan tren positif Kota Magelang.”Pergerakan kemajuan kami cukup baik dan kondusif. Bahkan, saya sudah memimpin lima tahun, kurang dari tujuh bulan lagi harus mengakhiri. Yang terpenting rakyat dapat sejahtera,” kata Sigit saat memberikan sambutan di Gedung Prajurit, Kodim 0705/Magelang, kemarin (25/2).
Hadir dalam kesempatan tersebut, Kasipers Korem 072/Pamungkas, para Dansat di Magelang, Kapolres Magelang Kota dan Kabupaten, Wakil Wali Kota Magelang Joko Prasetyo, Wakil Bupati Magelang Zainal Arifin, dan sejumlah pejabat SKPD Kota dan Kabupaten Magelang. Termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan pengusaha
Sigit juga menyinggung soal perbatasan kota dan Kabupaten Magelang. Saat acara itu, selain dihadiri pejabat Pemkot Magelang, sejumlah pejabat Pemkab Magelang seperti Wakil Bupati Zaenal Arifin dan jajarannya juga datang dalam acara tersebut.Menurut Sigit, perbatasan an-tara Kota dan Kabupaten Ma-gelang sejauh ini tidak pernah ada masalah. Karena infrastruk-tur yang ada di dua daerah ter-sebut sudah tersusun baik.Bahkan, lanjut Sigit, karena ke-majuan itu yang mengakibatkan kawasan perbatasan seringkali macet.
Ia mencontohkan kon-disi itu berada di perempatan Canguk, yang menjadi penghubung Jalan Urip Sumoharjo dan Soe-karno-Hatta, sekaligus perbatasan kota dan Kabupaten Magelang.”Macetnya itu sampai parkir harus di atas jembatan. Ada kesan bergoyang dan buat orang kha-watir. Saya sempat ingin turun waktu itu, karena kesan nyut-nyut, tapi masak wali kota medun naik mobil, ya elik lah,” ungkapnya.Sigit menambahkan, di kawa-san Jalan Soekarno-Hatta dan Urip Sumoharjo, idealnya di-bangun jembatan layang. Alter-natif itu dinilai bisa mengurai kepadatan lalu lintas. Karena titik henti traffic light bisa ditia-dakan dan menjadi jalan bebas hambatan.Untuk merealisasikannya, perlu langkah sinergi antara pemkot dan Pemkab Magelang.”Saya kira ini perlu sinergitas kota dan Kabupaten Magelang bisa duduk bersama,” paparnya.
Selain masalah perbatatasan, banyak hal lain yang diterapkan sebagai sinergitas kota dengan Kabupaten Magelang. Salah satu-nya, bidang pendidikan di Kota Magelang, karena mayoritas pe-lajarnya dari Kabupaten Magelang.”Kebanyakan dari Kabupaten Magelang, ada 60 persen pelajar. Ada yang di SMA 2, SMK 1, tapi kami nggak beda-bedakan dan bisa duduk bareng. Itu yang penting. Sesuatu yang membang-gakan saling membantu dan saling membutuhkan,” urainya.
Kodim 0705/Magelang men-goperasikan mobil perpusta-kaan keliling untuk menopang sekolah di pedesaan yang belum memiliki perpustakaan. Pengo-perasian mobil perpustakaan tersebut, sekaligus digunakan untuk mobil penerangan.Peresmian sendiri dilakukan Dan-dim Letkol Arm I Gede Antara.”‘Acara hari ini sekali tepuk untuk beberapa sasaran. Selain silaturahmi dan peresmian mo-bil penerangan dan perpusta-kaan keliling Kodim 0705/Ma-gelang, sekaligus perayaan ulang tahun,” ungkap Dandim.Ditambahkan, mobil perpus-takaan yang diresmikan pengo-perasiannya merupakan ban-tuan PT Pertamina. Adapun yang melatarbelakangi penyediaan mobil perpustakaan, ketika ber-langsung kegiatan tentara manunggal membangun desa (TMMD) tahun lalu.
Ketika di pedesaan, ia melihat ada sarana perpustakaan sekolah yang di-nilai kurang memadai. Ia me-miliki ide untuk membantu sekolah di desa terpencil agar ikut menikmati bacaan. Mobil tersebut juga dimanfaatkan un-tuk sarana penerangan umum pada masyarakat. Salah satunya untuk melakukan sosialisasi penerimaan calon prajurit TNI.Kodim menyiapkan petugas be-serta kelengkapan operasional mobil perpustakaan tersebut. Di mobil tersebut sudah dilengkapi layar LCD dan data-data yang bisa disetel di sekolah-sekolah, untuk memotivasi murid agar tertarik mendaftar sebagai anggota TNI. Wali kota Magelang menyatakan mendukung operasional perpus-takaan Kodim. Ia mengusulkan, bukunya bisa bergantian dengan buku Perpustakaan milik Pemkot Magelang. (dem/hes/ong)