HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
HANYUT: Kolam Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarto sering digunakan untuk memancing oleh warga. Kemarin (26/2) dilaporkan ada satu warga yang hanyut di kolam pelabuhan ini.
KULONPROGO – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan terus me-lakukan pencarian terhadap seorang lelaki tak dikenal yang sempat dikabarkan hanyut dan hilang di kawasan muara Sungai Serang, kemarin (26/2). Korban kali pertama terlihat tenggelam tepat di depan kolam Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarto oleh seorang pemancing. Pintu masuk kolam Pelabuhan Tanjung Adikarto berada di Desa Karangwuni, Wates. Korban terakhir kali terlihat sekitar pukul 10.00. Pemancing sempat berteriak-teriak minta tolong saat melihat ada orang tenggelam. “Saat itu saya sedang ada di warung yang berada dekat kolam pelabuhan, sempat juga melihat lambaian tangan dari orang yang tenggelam itu. Waktu saya lari mendekat sudah hilang kedalam air, tinggal terlihat gelembung udara di air,” ungkap Sardini, warga Karangwuni.
Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada petugas SAR setempat yang langsung berupaya melakukan pencarian terhadap korban. Sedikitnya ada 30 personel SAR gabungan yang diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian. Mereka dari SAR Satlinmas Kulonprogo, Basarnas Jogja, Polair, serta TNI AL.”Laporan masuk pukul 10.00. Infomrasi lain, korban habis minta nasi di warung, kemudian berjalan dan masuk sungai di depan muara. Titik itu memang dangkal, namun kemudian korban berenang menuju kolam pelabuhan yang dalam, dan tenggelam,” terang Koordinator SAR Satlinmas Wilayah V Kulonprogo Samsudin.
Samsudin menjelaskan, personel SAR Linmas telah melakukan penye-laman di sekitar lokasi kejadian, namun korban belum juga berhasil ditemukan. Pencarian masih akan dilanjutkan bersama tim SAR gabungan.Kapolsek Wates Kompol Tupar membenarkan adanya insiden tersebut, namun hingga kini pihaknya juga belum berhasil mendapatkan identitas korban. Berdasarkan keterangan para saksi, diduga korban mengalami gangguan jiwa. Namun pencarian akan terus dilakukan oleh tim Polair bersama SAR Linmas dan Basarnas Jogja.”Semoga korban cepat ditemukan. Identitasnya belum jelas, hanya diperkirakan merupakan orang gila, tapi belum diketahui pastinya,” terangnya singkat. (tom/ila/ong)